- Advertisement -
BerandaArchipellagoMasih Banyak yang Tak Patuh Prokes, Satgas Covid-19 Padang Panjang Terus Tingkatkan...

Masih Banyak yang Tak Patuh Prokes, Satgas Covid-19 Padang Panjang Terus Tingkatkan Pelaksanaan Operasi Yustisi

- Advertisement -

Covesia.com – Dalam rangka penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Padang Panjang, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dipimpin KBO Samapta, Ipda Kusnadi kembali melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi di Kota itu, Selasa (3/8/2021).

Kegiatan operasi tersebut menyasar para pejalan kaki, pengendara sepeda motor dan mobil, tim menjaring ratusan warga yang masih tidak taat protokol kesehatan (prokes) dan tidak menggunakan masker di seputaran kawasan Pasar Padang Panjang. Total sebanyak 273 orang terjaring dalam operasi tersebut.

“Mereka yang terjaring terdiri dari 246 pejalan kaki, 18 orang pengendara roda dua dan sembilan pengendara roda empat. Semuanya tidak menggunakan masker saat melintasi kawasan pasar,” ungkap Ipda Kusnadi dalam keterangan persnya, Rabu (4/8/2021).

Kepada para pelanggar, lanjutnya, dikenakan sanksi berupa teguran lisan dan diwajibkan untuk membeli masker. Serta sanksi sosial membersihkan fasilitas umum (fasum) dengan memakai rompi pelanggar prokes. Para pelanggar juga didata dan diinput ke dalam aplikasi Sipelada (Sistem Informasi Data Pelanggaran Perda).

Kusnadi menyebutkan, dari pantauan di lapangan sampai saat ini masih sangat minim kesadaran masyarakat terhadap prokes. Walau demikian, pihaknya beserta tim tidak akan pernah merasa lelah untuk melaksanakan Operasi Yustisi ini demi mencegah penyebaran Covid-19.

Kusnadi juga menuturkan, akan memberikan teguran lisan secara humanis kepada para pelanggar prokes tersebut sehingga tidak menyinggung perasaan masyarakat.

“Semoga mereka sadar akan bahaya Covid-19 dan ke depan akan patuh terhadap prokes. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam prokes, salah satunya adalah disiplin 5M. Yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, serta menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

(*/don)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -