Jalan Panjang Kekosongan Kursi Wawako Padang, PAN dan PKS Harus Bertanggung Jawab

Jalan Panjang Kekosongan Kursi Wawako Padang PAN dan PKS Harus Bertanggung Jawab Ilustrasi

Covesia.com - Jalan panjang pemilihan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Akhirnya mencapai titik finis setelah Wali Kota Padang Hendri Septa melantik sekda definitif Andree Algamar di Balai Kota Padang, Senin (13/6/2022). 

Namun permasalahan dalam organisasi pemerintahan Kota Padang belumlah usai pasalnya meski Sekdako sudah ada, namun sampai saat ini Kota Padang belum juga memiliki wakil wali kota.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Hendri Septa dilantik menjadi Wali Kota Padang pada April 2021 lalu. Setelah satu tahun lebih menjabat dia baru menetapkan Sekda definitif, sementara untuk wakil wali kota belum ada sampai saat ini.

Wali Kota Padang Hendri Septa hanya mengatakan, hal itu urusan partai pendukungnya. Diketahui dia didukung oleh koalisi PAN dan PKS.

“Seperti biasa saya bilang, kalau masalah wakil wali kota itu wewenangnya partai. Saya tidak bisa masuk, partai ada pembicaraan, kita tunggu saja,” ungkapnya, Selasa (14/6/22).

Lalu dia mengatakan, meski dia pimpinan DPD PAN Padang, namun pimpinan partai bukan hanya dirinya sendiri dan banyak yang lainnya. Jadi semua harus dibicarakan oleh pimpinan partai tentang apa keputusan  yang ditetapkan.

“Semua itu harus dibicarakan bagaimana maunya, itu kan masih ditunggu, apakah mengirim dua nama atau bagaimana, yang jelas dari PAN sudah ada satu nama, tinggal dari PKS nya. Tapi kita kan masih berusaha untuk mendudukkan lagi apa yang terbaik,” tuturnya.

Dia juga menepis komentar bahwa  hal ini adalah keinginan dirinya untuk tetap sendiri saja.

Tanggapan PKS

Ketika ditanyakan perihal pencalonan Wawako ini ke PKS selaku salah satu partai pengusung, pihaknya mengaku masih menunggu duduk bersama dengan PAN atau kalau bisa dengan wako sekalian karena wako Hendri Septa juga sekaligus sebagai ketua DPD PAN Kota Padang. 

"Kami hanya menunggu untuk duduk bersama PAN sudah sering kami lontarkan surat atau ajakan untuk duduk tapi daripada sendiri yang tidak mau," ungkap Muharlion kerua DPD PKS Kota Padang.

Setelah itu, dia juga mengakatan "di mana saja untuk duduk bersama Pan kami siap kalau seandainya Pan tidak bisa menjadi tuan rumah biar kami aja yang jadi tuan rumah di sekretariat PKS pun juga tidak apa apa," jelasnya.

Lalu dia juga menuturkan dari PKS sebenarnya sudah ada nama calon yang akan diusung. Namun katanya alangkah lebih baiknya untuk dapat duduk bersama dulu.

"Tapi buat apa kami ceritakan sekarang kan yang nantinya yang akan memilih adalah walikota kalau seandainya walikota tidak setuju kan sia sia juga makanya kami butuh duduk bersama dulu," jelasnya

Selanjutnya dia menyebutkan hal ini sangat penting diperhatikan karena peranan Wawako sangat penting. 

"Ditambah lagi kota Padang membutuhkan seorang wakil walikota disebabkan karena Kota Padang ini merupakan daerah kita yang harus dimajukan dan setiap aparat atau pemerintah yang ada di kota Padang tersebut juga harus melaksanakan tugasnya secara maksimal," tutupnya.

Tanggapan PAN

Disisi lain, Ketua DPW Partai PAN, Indra Dt. Rajo Lelo mengatakan pihaknya tidak ada masalah dalam pemilihan Wawako tersebut. Katanya PAN sudah mengusulkan 2 nama, dan sekarang hanya tinggal menunggu nama dari PKS saja.

Ketika dikatakan PKS menunggu untuk duduk bersama dengan PAN Indra mengatakan baginya tidak perlu untuk melakukan itu.

"untuk apa duduk bersama kita kan bisa untuk mengikuti aturan saja silahkan kirimkan saja nama calon yang akan diusung kita serahkan ke DPRD kota Padang siapa yang akan dipilih nantinya," tuturnya

Namun dia juga menyampaikan kalau seandainya pihak dari PKS masih ingin duduk bersama lebih baik ungkapkan saja ke walikota kan Walikota karena katanya Walikota Hendri Septa juga  sebagai ketua DPD PAN kota Padang.

"Sebenarnya ini tidak ada rumitnya, tinggal berikan nama saja, nanti biar DPRD yang memutuskan, atau apakah sebenarnya PKS yang belun memiliki calon, kita kan juga tidak tau, tanyakan saja sama mereka," tutupnya.

Kata Pengamat

Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi mengingatkan agar kekosongan kursi  wawako ini harus segera diisi mengingat pentingnya peranan seorang Wakil Walikota untuk Kota Padang yang tergolong ke kota metropolitan meskipun Sekdako sudah dilantik. 

"Selama ini kewenangan dari Sekdako sudah ada pejabatnya. Karena keterbatasan sekarang sudah ada yang definitif, hal ini merupakan sebuah satu jawaban bahwa kota padang ini harus diurus dengan benar," ungkapnya, Selasa (14/6/22).

Dia juga beranggapan bahwa tidak mungkin hanya Walikota saja yang mengurus Kota Padang ini meskipun kita sudah memiliki sekdako yang baru. 

"Posisi Wawako ini bahkan lebih strategis lagi untuk bidang pembangunan, rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jadi saya pikir hal itu perlu diperhatikan," jelasnya.

Apabila hanya menumpuk pada Walikota saja, menurut Asrinaldi maka pembangunan di Kota Padang akan kurang maksimal.

"Barangkali, jika masih ada waktu untuk mengusulkan nama Wawako, maka harus ditunggu Walikota untuk mengusulkan nama-nama yang akan dipilih sebagai Wawako Padang dan DPRD untuk membahas dan melakukan pemilihan ke depannya," jelasnya

Asrinaldi juga meminta agar partai politik Hendri Septa, PAN dan PKS untuk duduk bersama dan menurunkan ego masing-masing agar permasalahan kekosongan ini dapat teratasi karena baginya Kota seluas Kota Padang perlu dipimpin oleh pejabat yang lengkap. 

"Bagi saya sebenarnya awal polemik ini tidak di Walikota. Karena PAN sudah mengusulkan 2 nama, namun karena harusnya fatsun berasal dari partai PKS, PKS yang tidak mau mengirimkan nama itu," jelasnya

Karena mungkin menurutnya kalau dikirimkan nama oleh PKS, maka akan dilanjutkan oleh Walikota dan dikirimkan ke DPRD Kota Padang. Sehingga PKS urung mengirimkan nama karena mungkin kurang keyakinan akan dapat terpilihnya calon yang diusulkan tersebut. 

"Sebenarnya kita menunggu kebijaksanaan dari wako mengusulkan wakil dari PKS dan dari PAN tidak usah. Karena mungkin apabila nama tersebut juga dari PAN maka khawatir PKS tidak akan terpilih, karena yang memilihkan DPRD," ujarnya. 

Menurutnya, partai PAN Yang tidak mau mengalah untuk tidak mengusulkan nama dikarenakan partai PAN ini memiliki hak yang sama untuk mengusulkan nama. 

"Kalau dari PKS tidak mengusulkan Maka sampai bulan Desember atau seterusnya Hendri serta akan sendirian menjadi wali kota Padang. Dengan kata lain walikota Padang tidak akan memiliki wakil," ungkapnya. 

Dengan melihat lamanya pemilihan seorang Wakil Walikota di kota Padang dengan keuntungan kedepannya, menurutnya itu adalah sesuatu yang mustahil.

"Sebab dengan wilayah yang sebesar Kota Padang dan juga Kota Padang termasuk ke dalam kota metropolitan tidak bisa hanya diurus oleh seorang Walikota saja, karena peranan wakil walikota juga sangat berpengaruh terhadap kemajuan kota Padang itu sendiri baik dari pembangunan, administrasi dan lain sebagainya," tutup Asrinaldi.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga