- Advertisement -
BerandaArchipellagoMasih Abai, 239 Orang Terjaring Tak Gunakan Masker di Painan

Masih Abai, 239 Orang Terjaring Tak Gunakan Masker di Painan

- Advertisement -

Covesia.com – Sebanyak 239 orang yang tidak menggunakan masker atau melanggar protokol kesehatan terjaring operasi yustisi di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (19/8/2021).

Diketahui, operasi yustisi dilakukan oleh Tim Satgas Covid sebagai bentuk pencegahan Virus Corona, dan Sosialisasi Penerapan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan Baru.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar, Pessel Dailipal, mengatakan, operasi yustisi gabungan yang digelar bersama anggota Polsek IV Jurai dilakukan di Pasar Impres Kota Painan.

“Ada sebanyak 239 orang pelanggar terjaring operasi tadi. Rata-rata mereka yang tidak menggunakan masker,” ungkapnya pada Covesia.com.

Untuk mereka yang terjaring operasi terang Dailipal, pihaknya memberikan sanksi kepada pelanggar secara tertulis dan kerja bakti membersihkan fasilitas umum.

“Sangsinya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seperti, sangksi tertulis dan bekerja membersihkan fasilitas umum serta push up,” ucapnya.

Karena masih tingginya tingkat pelanggaran katanya, ia mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan.

Sebab, dengan menjaga dan mentaati protokol kesehatan disetiap kegiatan. Itu sudah merupakan salah satu bentuk upaya mencegah dan melawan Covid-19 yang tidak kunjung hilang di Pesisir Selatan.

“Setidaknya dengan mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah, kita sudah berusaha mencegah diri kita masing-masing dari penularan Covid. Agar secara pelan-pelan kita bisa menekan angka kasus di daerah kita,” kata Dailipal.

Lanjutnya, ia juga mengajak pemerintahan nagari dan kecamatan untuk tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam upaya mencegah penularan Covid.

“Selain sosialisasi, kita ajak pemerintah nagari dan kecamatan untuk melakukan operasi yustisi di masing-masing kecamatan dan nagari. Agar masyarakat kita terus mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

(ind)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -