BerandaArchipellagoKakak Ipar Aniaya Ibu Hamil di Agam Ditutut 2 Bulan Penjara, Korban...

Kakak Ipar Aniaya Ibu Hamil di Agam Ditutut 2 Bulan Penjara, Korban Tak Terima

- Advertisement -

Covesia.com – Seorang terdakwa penganiayaan, EE (35) dituntut 2 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bukittinggi karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang sedang hamil AM (20) warga Kurai Jorong Kubang Pipik Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso, Agam.

“Terdakwa EE terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur pasal 351 ayat (1) KUHP dengan tuntutan 2 bulan penjara dan membayar uang perkara sebesar Rp2 ribu,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahreini Agustin ketika membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bukittinggi, Senin (13/9/2021).

Syahreini menyampaikan hal yang memberatkan terdakwa tidak adanya perdamaian antara terdakwa dengan korban. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa merupakan ibu rumah tangga yang mempunyai tanggungan keluarga.

Setelah mendengarkan tuntutan Jaksa, majelis hakim yang diketuai Supardi dan hakim anggota Rinaldi, Lola Oktavia memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan (Pledoi).

Namun, terdakwa menyatakan belum siap untuk melakukan pembelaan, sehingga majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyiapkan pembelaan dan sidang dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, terdakwa EE terlibat pertengkaran akibat kesalahpahaman yang berujung pemukulan terhadap korban AM di pinggir jalan tepatnya di belakang SD 18 Tampuniak Jorong Tampuniak Nagari Koto Tingg, Baso, Agam, Kamis (4/3/2021) lalu sekitar pukul 08.20 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Baso, korban AM mengalami bengkak di belakang kepala bagian samping sebelah kiri akibat dipukul dengan benda tumpul.

Sementara, korban AM (20) tidak terima atas tuntutan terhadap terdakwa yang dianggap terlalu ringan.

“Tuntutannya terlalu ringan karena waktu kejadian saya sedang hamil 6 bulan dan saat kejadian saya syok dan dilarikan ke Puskesmas Baso,” ungkapnya.

(deb/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -