- Advertisement -
BerandaArchipellagoTerkendala Biaya, Putra Petani Asal Pariaman Ini Berharap Uluran Tangan untuk Sekolah...

Terkendala Biaya, Putra Petani Asal Pariaman Ini Berharap Uluran Tangan untuk Sekolah di Yaman

- Advertisement -

Covesia.com – Dewasa ini terdengar kabar banyak putra asli Minangkabau diterima di perguruan tinggi di Yaman. Namun tak sedikit yang terkendala perekonomian untuk menuntut ilmu ke negeri para wali tersebut.

Nofri Firmansyah (21) salah satunya. Putra pasangan Syawir dan Yarnis ini juga dinyatakan lulus seleksi untuk berkuliah di universitas Al Ahgaff, Yaman.

“Beberapa waktu lalu saya ikut tes ke Palembang dan dinyatakan lulus. Namun saat ini sedang lagi mencari dana untuk biaya kuliah di Yaman, karena lulus dari jalur mandiri,” ungkap Nofri saat dihubungi Covesia.com, Senin (11/10/2021).

Sebelumnya Nofri merupakan lulusan SMA 1 Tujuh Koto Sungai Sariak. Kemudian Mondok di Madrasatul Ulum di Sungai Sariak.

Nofri mengatakan ia mengambil jurusan Ilmu syariah. Terkait kenapa memilih Negara Yaman karena menurutnya di yaman cucu nabi dan para wali.

“Saya ingin bertemu keturunan nabi, belajar sama keturunan nabi Allah, banyak wali allah biar dapat keberkahan dari cucu nabi,” ujarnya.

Nofri bercerita saat ini berkas seperti passport dan berkas lain sudah siap namun terkendala di biaya. Dana yang dibutuhkan itu 4000 dolar atau setara Rp 57 juta. Dana itu sudah mencakupi ongkos pulang pergi, biaya sisa 5 tahun, biaya kuliah dan makan.

Nofri adalah putra Minangkabau yang lahir di Ulakan, Pariaman, 22 november 2000 silam.
Dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ayahnya berprofesi sebagai petani dan ibunya ibu rumah tangga.

“Saya berharap bisa menuntut ilmu dan mendapatkan ilmu dari negeri Yaman, kalau sudah tamat saya akan mengabdi di kampung halaman, membuat pesantren di kampung sendiri, menciptakan generasi yang lebih dekat dengan agama,” ungkapnya.

Dia mengaku bahwa untuk biaya sudah terkumpul 50 persen dari bantuan keluarga terdekat, namun masih ada 50 persen lagi yang belum. Batas akhir semua disetorkan itu tanggal 16 Oktober.

” Saya tidak tau harus bagaimana lagi, sekarang dana yang ada belum mencukupi, padahal tanggal 16 sudah dekat. Semoga orang baik yang diberi kelapangan rezeki bermurah hati membantu untuk mewujudkan mimpi saya,” harapnya.
(lia/adi)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -