Antisipasi Kemacetan, Pengendara Boleh Melintasi Rute Sebelum Marshall Lewat

Antisipasi Kemacetan Pengendara Boleh Melintasi Rute Sebelum Marshall Lewat Ilustrasi TDS. (Foto. indonsia.travel)

Covesia.com - Race Director Tour de Singkarak 2015 Sondi Sampoerno menyebutkan, selain melakukan koordinasi dengan petugas pengamanan lintasan Tour De Singkarak 2015, seluruh pengguna jalan raya juga dapat melihat race schedul sebagai acuan agar tidak terlalu lama terjebak dalam kemacetan.

Aturan yang diberlakukan lanjutnya, Untuk akses jalan raya yang dilewati para pebalap TDS 2015, ditutup setelah kordinator marshall melewati lintasan, atau sekitar 30 menit sebelum pebalap lewat. Pasalnya, Marshall sendiri berjarak sekitar 45 menit dari pebalap.

"Aturan yang kita tetapkan, jalan raya ditutup bagi penggendara lain sekitar 30 menit sebelum para pebalap TDS melintasi rute, atau minimal 20 menit setelah kordinator marshall melewati lintasan. Baru kemudian lintasan steril untuk beberapa saat hingga semua pebalap lepas dari lintasan tersebut,"sebut, Sondi Sampoerno, Race Director Tour de Singkarak 2015, Rabu (30/9)

Walau demikian, aturan tersebut hanya berlaku untuk lintasan satu arah. Lain halnya jika lintasan atau etape yang dilewati itu berlainan arah. Maka sepanjang lintasan memang harus steril satu jam sebelum start, atau minimal ketika start sudah dilakukan.

"Hal ini terpaksa dilakukan agar petugas khusus nya kepolisian dan pihak terkait tidak kewalahan mengatur pengamanan di jalan raya. Karena jika tidak dilakukan hal demikian, maka tidak menutup kemungkinan pebalap menemui titik kemacetan,"paparnya.

Sementara itu, AKBP Paisal Anwar, Kabag Opsdal Polda Sumbar menyebutkan, perihal buka tutup jalan saat penyelenggaraan TDS 2015 berlangsung, bersifat fleksibel. Jika memang memungkinkan, maka buka tutup jalan akan tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan dari penanggung jawab lintasan. Dengan artian, kita juga tidak mau masyarakat atau pengguna jalan raya terganggu dan merasa dirugikan.

Personil yang bertugas dilapangan beber AKBP Faisal Anwar, dibekali dengan manual race, agar bisa melihat dan memperkirakan estimasi waktu, serta penguasaan dan pengetahuan lintasan, terutama titik pembuangan (persimpangan), sebagai langkah mengurai kemacetan.

Untuk mengetahui race schedul, warga dapat melihat bahkan mendownload race schedul di website resmi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sumbar dengan alamat sumbar.travel. Ini ditujukan agar seluruh pengguna jalan raya pada lintasan yang dilewati para pebalap dapat menghitung dengan seksama estimasi waktu agar tidak terlalu lama terjebak kemacetan.

Pada race schedul tak hanya ada penjelasan soal rute, panjang lintasan serta waktu start dan finish, namun juga tercatat estimasi waktu kedatangan pebalap dimasing-masing kota yang dilewati. (aan)

Diketahui, iven internasional Sport Tourism Tour de Singkarak 2015 dilaksanakan 3 hingga 11 Oktober 2015 mendatang, dengan panjang lintasan 1.300 kilometer yang terbagi menjadi 9 etape. Pada etape pertama, rute yang dilalui sepanjang 136 kilometer. Dimulai dari start Pantai Carocok, Pesisir Selatan. (aan)

Berita Terkait

Baca Juga