Pengembangan Objek Wisata Pasaman Terkendala Hutan Lindung

Pasaman – Pengembangan objek wisata di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terkendala hutan lindung. Akibatnya, objek wisata Pasaman hanya menjadi musiman.

Seperti objek wisata air panas Rimbo Panti di Kecamatan Panti hanya menjadi objek wisata musiman. Setiap lebaran Idul Fitri objek wisata ini selalu dikunjungi ribuan pengunjung selama satu minggu, setelah itu sepi kembali.

Begitu juga dengan keberadaan objek wisata Equator Bonjol di Kecamatan Bonjol terlihat sepi dari pengunjung. Hal ini disebabkan berbagi faktor sehingga kurangnya minat wisatawan untuk berhenti di objek wisata tersebut.

Kemudian, pemerintah setempat juga tidak menempatkan satu unit dinas untuk mengelola objek wisata tersebut. Tapi hanya digabung dalam sebuah dinas yang bernama Dinas Pemuda Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata.

Plh Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Seni Budaya dan Periwisata Kabupaten Pasaman, Bujang, SPd ketika dikonfirmasi covesia tidak menafikan bahwa objek wisata itu hanya musiman. Namun mereka tetap optimis untuk mengelola objek wisata tersebut.

“Tempat pemandian air panas akan kita kembangkan. Kita akan buat supaya mempunyai daya tarik bagi pengunjung. Tempat cendera mata dan kuliner juga akan kita bangun,” kata Bujang.

Namun ia terkendala dengan status hutan tersebut, karena di wilayah hutan lindung. Ia sudah mengajukan desain tapak ke Menteri Kehutanan melalui dinas kehutanan. Setelah keluar dari Kementrian Kehutanan RI baru dilakukan pengembangan objek wisata tersebut.

“Pengajuan sudah kita ajukan tapi belum keluar. Pengembangan terkendala karena hutan lindung. Nanti kalau sudah keluar, baru kita minta pihak ketiga untuk membangunnya,” sebutnya. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

fifteen + 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password