Banjir November di Pasbar, 2 Tewas, 1.617 Rumah Terendam, 1.032 Lahan Rusak

Covesia.com – Selama bulan November 2014, akibat banjir dan longsor di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat dua orang warga meninggal dunia. Kemudian 1.617 rumah terendam, dan 1.032 hektar lahan perkebunan dan sawah warga rusak.

Akibat hujan yang semakin tinggi satu bulan terakhir telah menelan korban jiwa dan harta yang tak terhingga. Sehingga sampai saat ini belum didapat data pasti berapa kerugian yang ditanggung korban bencana alam.

“Ya benar, kami mencatat selama bulan November 2014 sebanyak data diataslah rumah terendam banjir dan lahan perkebunan serta sawah yang rusak.

Ditambah dua buah jembatan yang rusak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Septrina ketika dikonfirmasi covesia.com, Sabtu (6/12-2014).

Menurut Septrina, dua orang warga yang meninggal dunia akibat bencana banjir itu adalah warga Jorong Sumba. Kemudian satu orang lagi warga Jorong IV Koto Kecamatan Kinali yang hilang dibawa arus sungai.

Bukan hanya rumah dan lahan saja yang terendam, ternak masyarakat juga ludes disapu banjir di Kecamatan Gunung Tuleh. Dan satu buah rumah dan usaha perabot juga hanyut dibawa banjir.

Dijelaskan Septrina, lahan perkebunan dan sawah warga yang rusak terendam banjir tersebut terdapat di Kecamatan Lembah Melintah seluas 750 hektar. Kemudian ditambah 282 hektar di dua kejorongan.

Sementara itu 1.617 rumah yang terendam akibat banjir itu terdapat di Jorong Tamiang 50 rumah, Sikabau 255 rumah, Jorong Koto Sawah 83 rumah.

Kemudian di Dusun Tanjung Harapan 155 rumah, Jorong Pasir Bintungan 38 rumah. Selain itu di Jorong Labuh Lurus 81 rumah terendam. Dan di Jorong Maligi 80 rumah, Jorong Sialang 5 rumah, Jorong Pasar Lamo 165 rumah, Jorong

Rantau Panjang 118 rumah. Banjir juga merendam rumah warga di Jorong Pondok 183 rumah, Jorong Pisang Hutan 120 rumah, Jorong Padang Halaban 334 rumah.

“Kita sudah melaporkan semua jumlah korban akibat bencana alam banjir dan longsor ke pemerintah Sumatera Barat. Kita berharap mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga beban korban bencana bisa berkurang,” ujar Setrina. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

1 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password