22 Hari Hilang, Jasad Korban Diseret Banjir Ditemukan

Covesia.com – Jasad Aminuddin (80) korban yang hanyut diseret banjir di sungai Batang Tambau, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan dalam kondisi mengerikan. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan terlungkup dan rusak, serta sulit dikenali. Hampir seluruh kulit telah terkelupas dan kaki kanan tidak ada.

Korban diseret banjir 22 hari lalu, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman Barat. Korban ditemukan oleh warga yang ingin pergi ke kebun di Kampung Tambau Jorong Ampek Koto Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP. Syofian Hidayat melalui Kasat Intelkam, AKP. Muzhendra ketika dikonfirmasi covesia.com, Sabtu (5/12-2014) membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Ya benar, penemuan mayat korban hanyut itu sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi di kebun sawit milik Waluyo di Kampung Tambau Jorong Ampek Koto,” kata Muzhendra.

Kejadian berawal ketika Parjo (25), seorang buruh panen, hendak memanen buah dilokasi tersebut. Kemudian ia menemukan sesosok mayat di salah satu pokok pohon sawit dan segera memberitahukan kepada warga. Warga mencoba mengenali korban dan meyakini jika mayat tersebut adalah Amirudin pgl Marah (80).

Korban tinggal di Kampung Tambau Jorong Ampek Koto Kecamatan Kinali yang diketahui telah hilang sejak tanggal 16 November 2014 sekitar pukul16.00 WIB. Diduga korban terjatuh ketika mencoba pergi ke Batang Tambau (belakang rumah korban +- 100 m) yang pada saat itu airnya meluap dan menggenangi perkebunan sawit disekitar bantaran sungai.

Karena kondisi korban sudah renta, korban terjatuh sehingga terpeleset dan kemudian terseret arus hingga kedalam areal sawit. Setelah korban dilaporkan hilang, keluarga dibantu warga mencoba melakukan pencarian, namun tidak berhasil.

Menurut Muzhendra, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan terlungkup dan rusak serta sulit dikenali. Hampir seluruh kulit telah terkelupas dan kaki kanan tidak ada. Selanjutnya korban dievakuasi kerumahnya dibantu keluarga dan masyarakat setelah anak korban Simar (35) datang dan mengenali serta meyakini mayat tersebut adalah orangtuanya.

“Menurut petugas kesehatan Puskesmas Ampek Koto, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban,” sebut Muzhendra.

Sebelumnya, Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat, Tri Wahluyo mengatakan saat mendapat informasi 22 hari lalu ada warga yang hanyut, tim BPBD dan tim SAR melakukan pencarian selama satu minggu. Namun tidak membuahkan hasil. Dan akhirnya tim BPBD Pasaman Barat bersama tim SAR menghentikan pencarian karena seluruh aliran sungai sudah ditelusuri tapi tidak bertemu. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen + eighteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password