Gawat! 1.504,07 Ton Raskin Hilang di Gudang Bulog

Covesia.com – Rakyat miskin di Pemekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) gerah dan resah. Pasalnya, sebanyak 1.504,07 ton atau senilai Rp1,8 miliar beras untuk rakyat miskin (Raskin) hilang di gudang milik Bulog.

Forum Kajian Kebijakan Publik Pamekasan juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, mengusut kasus penggelapan raskin sebanyak 1.504,07 ton atau senilai Rp1,8 miliar oleh oknum Bulog Madura.

Direktur FKKP Pamekasan Muid Sya’rani sebelumnya mengatakan, kasus penggelapan raskin ini harus diusut tuntas, karena merupakan kejahatan yang tidak bisa ditoleransi mengingat korbannya adalah rakyat miskin.

“Kami minta Kejari bertindak cepat mengusut kasus ini, karena apabila dibiarkan, maka akan semakin merajalela, dan dianggap hal yang biasa, meskipun korbannya rakyat miskin,” kata Muid Sya’rani, mengutip antara dilansir covesia.com, Selasa (9/12/2014).

Penggelapan raskin di gudang Bulog Madura ini terungkap berdasarkan hasil audit internal Bulog Jatim pada beberapa gudang penyimpanan raskin di Pulau Madura, yakni di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Pihak Bulog Sub-Divre XII Madura, serta kepala gudang Bulog Pamekasan tidak bisa menjelaskan, terkait selisih data itu, sehingga Kepala Bulog Sub-Divre XII Madura, dan Wakilnya akhirnya dipecat oleh Bulog Pusat atas usulan Bulog Jatim.

Muid Sya’rani menyatakan, hilangnya beras sebanyak 1.500 ton lebih atau senilai Rp1,8 miliar itu merupakan bukti bahwa banyak oknum pegawai Bulog yang mengambil keuntungan memperkaya diri dengan mengambil hak orang lain.

“Yang sangat miris bagi kami, karena ini adalah hak masyarakat miskin yang seharusnya dibantu, akan tetapi justru jatah mereka digelapkan dan nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai miliaran rupiah,” ucap Muid. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

twenty − eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password