Sejumlah Oknum DPRD Pasaman Diduga Cairkan SPJ Fiktif

Covesia.com – Beredar informasi beberapa orang oknum aggota DPRD Pasaman, Sumatera Barat diduga mencairkan dana perjalanan dinas dengan menggunakan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif.

Hingga saat ini informasi tersebut terus berkembang di lingkungan DPRD Pasaman. Beredarnya isu ini berawal saat adanya kunjungan kerja anggota DPRD Pasaman ke Kota Medan-Sumut baru-baru ini. 

Dalam surat perintah tugasnya, keseluruhan anggota dinyatakan untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam lima hari dari 18-23 November 2017 lalu. Namun faktanya tidak semuanya yang ikut, tetapi tetap mencairkan dana tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Pasaman, Mukhrizal membantah adanya informasi oknum anggota DPRD yang tidak pergi tapi nekat tetap mencairkan.

“Kalau itu saya tidak tahu. Memang dalam laporan yang saya terima sesuai surat perintah tugas, semuanya dinyatakan pergi. Tidak ada laporan kalau ada anggota yang tidak pergi,” kata Mukhrizal, Rabu (29/11/2017).

Namun setelah ditelusuri lebih lanjut oleh Covesia.com, ternyata banyak anggota DPRD Pasaman yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut.

Salah seorang Anggota DPRD Pasaman dari Partai PDI Perjuangan, Maradongan, mengakui kalau dirinya memang tidak pergi dan mengakui telah mencairkan dana perjalanan dinas tersebut.

“Saya memang tidak pergi. dana perjalanan dinas yang saya cairkan baru Rp4 juta,” tegas Maradongan.

Saat ditanya mengapa alasan Maradongan baru mencairkan dana Rp4 juta, ia mengaku kalau dana tengah kosong di kas bendahara. “Baru segitu yang dicairkan. Kata bendahara dana lagi kosong,” ujar Maradongan.

Tidak saja Maradongan, dari penelusuran covesia.com Wakil Ketua Haniful Khairi, Syahrial Thaib, Selamat Simamora, Rona Rezky, dan M.Sarjan Lubis juga tidak ikut kegiatan tersebut.

Reporter Pasaman: Heri Sumarno/lif

0 Comments

Leave a Comment

20 − nineteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password