4 Orang Anggota KPK Gadungan Ditangkap di Rumah Bupati Pasaman Barat

Covesia.com – Empat orang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mabes Polri gadungan diciduk Satreskrim Polres Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat. Empat orang tersebut mengaku sebagai perwira.

Empat orang anggota KPK dan Mabes Polri gadungan tersebut yakni Maulana Lubis, (40) warga Jorong Paninjauan Nagari Batahan, Afrijon (43) warga Air Haji Sungai Aur, Abdul Gani Nasution (38) warga Sungai Aur dan Irvan (35) warga Jorong Koto Dalam Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP. Sofian Hidayat dan Kasat Reskrim, AKP. Indra Syaputra ketika dikonfirmasi covesia.com, Selasa (30/12/2014) membenarkan telah menangkap empat orang pelaku yang mengaku anggota KPK dan Mabes Polri dari Jakarta dengan kasus pemerasan.

Pelaku ditangkap di rumah dinas Bupati Pasaman Barat.

Menurut Indra Syaputra, peristiwa penangkapan empat orang pelaku, tersangka mendatangi Bupati Pasaman Barat, H. Baharuddin R di rumah dinasnya. Kronologisnya, sesuai keterangan salah seorang piket penjaga rumah dinas bupati, pelaku memperkenalkan diri sebagai anggota Baintelkam Mabes Polri dan anggota KPK, akan bertemu Bupati.

Setelah ajudan melaporkan kepada bupati, keempat pelaku diterima bupati dan tetap memperkenalkan diri sebagai anggota Intel Mabes Polri dan KPK.

Namun Bupati tidak mau percaya begitu saja.

Melihat gelagat yang kurang baik, Bupati Baharuddin R meminta surat tugas dan kartu anggota kepada tamu itu. Namun tak kunjung diperlihatkan oleh ke 4 orang itu, secara diam-diam bupati pun menghubungi Kapolres Pasaman Barat.

Mendapat laporan demikian, beberapa saat kemudian Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat bersama Kasat Reskrim, AKP. Indra Syahputra sampai di rumah dinas bupati dan melakukan pemeriksaan secara lisan.

Karena ada hal-hal yang mencurigakan, maka keempat pelaku langsung digiring ke Mapolres Pasaman Barat untuk mendalami permasalah tersebut.

“Pelaku akhirnya kita tangkap dengan sangkaan percobaan pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan,” ujar Indra Syaputra. (man/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

3 × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password