BPBD Pati: Warga Diimbau Waspadai Banjir dan Longsor

Covesia.com – BPBD Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menghimbau warga mewaspadai terjadinya bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor, menyusul dua kecamatan di daerah setempat sempat dilanda banjir bandang.

“Banjir bandang yang sempat terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tayu dan Margoyoso memang saat ini sudah surut. Akan tetapi, dengan intensitas hujan yang cenderung meningkat tentunya patut menjadi kewaspadaan bersama,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Sujono di Pati, Minggu (4/1/2015).

Terutama, kata dia, daerah yang pernah dilanda banjir bandang atau tanah longsor, tentu warganya patut waspada dan tanggap dengan situasi wilayah setempat.

“Jika muncul tanda-tanda terjadinya bencana alam, seperti tanah longsor yang diawali dengan rekahan tanah sekecil apapun harus diantisipasi dan dilaporkan,” ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, ketika turun hujan lebat yang disertai angin kencang sebaiknya kelompok rentan harus mendapatkan prioritas untuk diungsikan, seperti orang yang sudah lanjut usia, anak-anak dan ibu hamil.

“Sikap tanggap bencana tersebut perlu dimiliki warga yang daerahnya pernah dilanda banjir bandang, meskipun hanya berlangsung singkat namun volume airnya terkadang cukup besar,” ujarnya.

Demikian halnya, kata dia, warga yang berada di daerah rawan atau pernah terjadi tanah longsor juga harus memiliki sikap yang sama terhadap bencana alam.

Untuk warga yang biasa mengalami banjir akibat luapan air Sungai Juwana, kata dia, tergolong sudah siap dengan bencana alam tersebut karena selama ini hampir setiap tahun mengalami bencana tersebut.

“Perabot rumah tangga yang mudah rusak ketika terkena air, biasanya sudah disiapkan tempat yang agak lebih tinggi. Hal ini, tentunya patut ditiru oleh warga yang sebelumnya pernah dilanda banjir bandang,” ujarnya.

Daerah rawan bencana banjir bandang, antara lain di daerah yang dekat aliran sungai serta daerah pegunungan karena saat ini banyak kawasan pegunungan yang gundul akibat penebangan liar.

Sementara daerah rawan bencana tanah longsor, berdasarkan catatan BPBD Pati tersebar di delapan kecamatan yang berada di daerah dataran tinggi.

Kedelapan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Dukuhseti, Gembong, Cluwak, Gunungwungkal, Pucakwangi, Kayen, Sukolilo dan Kecamatan Kayen Kasus bencana tanah longsor yang terbaru, terjadi pada 13 November 2014 di Desa Mojoagung, Kecamatan Pucakwangi. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

14 + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password