Kejari Pasbar Eksekusi Uang Rp150 juta dari Terpidana

Covesia.com – Kejaksaan Negeri Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar berhasil mengekseskusi uang pengganti dan denda sebesar Rp150 juta dari terpidana Amir Hasan Simamora. Terpidana Amir Hasan tersangkut dalam kasus pembangunan lima unit jembatan jalan protokol tahun 2007 senilai Rp2,3 Miliyar.

Kepala Kejaksaan Negeri Simpang Empat, Yudi Indra Gunawan melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Ihsan ketika dikonfirmasi covesia.com, Rabu (7/1/2015) membenar hal tersebut. Dari jumlah terdiri dari uang pengganti Rp100 juta dan denda Rp50 juta.

Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2237 K/Pid.Sus/2010 tanggal 06 April 2011. Uang pengganti dan denda sebesar Rp150.000.000 itu langsung menyetorkannya kepada negara melalui rekening BRI.

“Saat ini terpidana sedang menjalani pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Kasus pembangunan jembatan protokol di Pasbar juga menyeret sejumlah tersangka lainnya yang saat ini sedang menjalani hukumanm,” sebut Ihsan.

Sebelumnya, pihak penyidik menemukan keganjilan dalam pembangunan lima unit jembatan di Pasbar senilai Rp3 miliar pada tahun 2007. Dimana proyek itu seharusnya hanya terdiri dari empat proyek, namun kenyataannya para tersangka menambah satu item proyek lagi yang tidak ada dalam anggaran yang ditetapkan.

Ketika lelang dilaksanakan, PT Boyang Sejati memenangkan lelang dengan harga penawaran Rp2,3 miliar lebih. Namun setelah ditentukan pemenang, tersangka Ahmad Fauzi Kanos (kepala dinas PU) tidak menyerahkan Surat Perintah Kerja (SPK) pada Direktur Utama PT Boyang Sejati, Nasri Munaf tapi menyerahkannya pada terdakwa Amir Hasan Simamora.

Kemudian, Direktur Utama PT Boyang Sejati membuat kuasa direktur kepada terdakwa Amir Hasan Simamora. Dan akhir tahun 2007, ternyata proyek lima unit jembatan tersebut belum juga dilaksanakan, maka ditunjuklah kontraktor Wahyu Budi Ananto untuk mengerjakan proyek tersebut dan proyek itu di rekayasa seolah-olah Amir Hasan Simamora yang mengerjakannya.

Tapi, setelah proyek tersebut di kerjakan oleh Wahyu Budi Ananto, bobot pekerjaan kembali direkayasa dengan melaporkan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah selesai 74 persen. Namun kenyataannya, dari hasil pemeriksaan di lapangan, ternyata proyek pembangunan lima jembatan tersebut baru selesai 53 persen. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

5 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password