Sektor Perhotelan Bogor Diprediksi Turun Rp300 Miliar Pada 2015

Covesia.com – Jasa perhotelan, restoran, dan perdagangan merupakan industri ekonomi kreatif, yang memiliki sumbangsih kepada Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Bogor, Jawa Barat, rata-rata 6 persen per tahun.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Jawa Barat, memprediksi akan terjadi penurunan pendapatan hotel pada tahun 2015 sekitar Rp300 miliar, sebagai dampak dari larangan rapat di hotel bagi PNS dan pemerintah daerah.

Kadisbudpar Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, penurunan ini terjadi karena 60 persen industri hotel di kota tersebut mengusung konsep MICE yakni pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (meeting, incentive, convention and exhibition).

“Larangan rapat di hotel bagi PNS dan pemerintah daerah itu menimbulkan dampak langsung salah satunya berkurangnya pendapatan hotel sekitar Rp300 miliar di tahun 2015 ini,” kata Shahlan di Bogor, Jumat.

Dari hasil kajian yang dilakukan bersama-sama antara PHRI, Disbudpar dan Dispenda Kota Bogor ini, diketahui bahwa industri ekonomi kreatif merasakan dampak langsung dari kebijakan Menteri Pemberdayaguaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi.

Sebagai pembanding, lanjut Shahlan, pengamatan dari 12 November sampai dengan 15 Desember 2014 terjadi pembatalan rapat di hotel, yang menyebabkan turunnya pendapatan hotel sampai Rp48 miliar.

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

5 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password