Tumpukkan Tanah Terjadi di Dua Titik Jalur Palu-Tiboli

Covesia.com – Longsoran terjadi pada dua titik yakni di kilometer 38 dan kilometer 48 dari Kota Palu ke arah Toboli. Longsoran berupa bebatuan yang hingga Minggu petang masih terus berjatuhan sehingga penanganan belum bisa dimulai. (Baca juga:Jalan Nasional Poros Kebun Kopi Sulteng Tertutup Longsor)

“Sebenarnya kita memiliki pralatan berat yang cukup dan selalu siaga, namun mereka belum bisa bekerja sampai saat ini karena longsoran masih berlangsung. Tidak mungkin mereka bekerja sementara bebatuan besar masih terus jatuh dari tebing-tebing,” ujarnya Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Ditjen Bina Marga Kementerian PU Saut P. Munthe, sebagaimana dilaporkan Antara, Minggu (11/1/2015).

Menurut Munthe, volume longsoran sebenarnya tidak terlalu besar dan dengan peralatan yang dimiliki, pembersihan tidak akan memakan waktu lebih dari satu jam bila situasi telah memungkinkan untuk bekerja menggusur longsoran.

“Kami memiliki sebuah excavator, tiga loader dan tiga buah truk di sana. Kalau mereka bisa turun, hanya dalam beberapa menit, jalan sudah akan bisa terbuka kembali,” ujarnya.

Kondisi jalan nasional di poros Kebun Kopi saat ini sudah sangat memadai, beraspal beton dan aspal hotmix yang mulus dan lebar, namun masih terus terancam longsoran di musim hujan dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

Karena itu, kata Munthe, baik musim panas maupun musim hujan, Satker Pepalksana Jalan Nasional Ditjen Bina Marga Kementerian PU selaku penanggung jawab pembangunan dan pemeliharaan jalan ini selalu menyiagakan alat-alat berat untuk menghadapi bencana alam dan musibah di poros yang terkenal dengan 3.000-an kelokan pada jarak sekitar 30 kilometer di pegunungan keboin Kopi itu.

Poros ‘Kebun Kopi’ merupakan jalur jalan nasional terpenting yang menghubungkan Kota Palu dengan berbagai kota di Pantai Barat Sulawesi Tengah seperti Parigi, Poso, Ampana, Morowali dan Luwuk, serta kota kota penting lainnya di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

2 × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password