Kemenag Mentawai Minta Jajarannya Tingkatkan Kualitas Kerja

Covesia.com- Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mentawai, Masdan meminta jajarannya untuk meningkatan kualitas kerja, mesti sarana dan prasarana kerja di lingkungan kerjanya penuh dengan keterbatasan.

“Kita juga menghimbau, kepada segenap Pegawai Kemenag di lingkungan Pemkab Mentawai untuk menyadari tugas dan fungsinya dengan baik, karena nilai budaya kerja tidak hanya sebagai slogan, tetapi bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Masdan kepada covesia.com usai mengikuti Upacara Bendara dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke -69 di halaman kantor kemenag kilometer 12 Bukit Pamewa, Sipora Utara, Senin, (12/1/2015).

Masdan mengakui institusi yang dipimpinnya masih penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan itu kata dia meliputi minimnya sarana prasarana juga minimnya jumlah personil serta kondisi geografis yang menjadi kendala terbatasnya upaya-upaya pembinaan-pembinaan kepada masyarakat.

” Iya keterbatasan itu ada, tapi syukurlah dengan adanya dana remunerasi yang ditetapkan berdasarkan golongan, pangkat dan jabatan, ini menjadi motivasi bagi pegawai dalam meningkatkan kualitas kerja,” ujar Masdan

Selain adanya tunjangan (rumunerasi), anggaran di jajarannya juga mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun ini pihaknya mendapatkan jatah anggaran sekitar Rp. 12 Milyar rupiah, dan bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp. 10 Milyar, untuk tahun 2015 mengalami peningkatan anggaran yang nantinya bakal digunakan untuk menunjang peningkatan kinerja Kemenag yang saat ini terdapat 19 personil dibawah naungan kantor Kementrian Agama Kabupaten Mentawai yaitu 14 orang muslim dan 15 orang berasal dari agama Kristen protestan, dan khatolik.

Sementara untuk penyuluh agama kriten protestan di lingkungan kementrian agama Mentawai berjumlah 80 orang, sedangkan untuk penyuluh agama Islam berjumlah 70 orang.

Menyinggung masalah toleransi beragama di Mentawai, menurut Masdan sampai saat ini masih tetap berjalan seiring dan kondusif, dengan penuh kerukunan dan damai, namun demikian Kata Masdan kondisi itu dapat juga sewaktu-waktu menjadi pertikaian dan permusuhan, apabila tidak dijaga dengan baik, mengingat kondisi umat beragama yang majemuk di Mentawai.

“Ini bukanlah tugas berat, asal kita mau bergandeng tangan untuk bersama-sama mewujudkannya. Pemahaman tentang pentingnya menjaga kerukunan tidak hanya menjadi tugas kemenag, tetapi merupakan tugas kita bersama,” ujarnya.

Pihak Kemenag Mentawai selalu siap untuk bergandeng tangan dengan Pemda dan bersama mejaga kerukunan antara umat beragama, sehingga adanya gejala-gejala konflik kecil terhadap penodaan dan penistaan terhadap agama dapat dihindarkan.

Pelaksanaan upacara HAB yang sedikit terlambat dari agenda ulang tahun yakni pada tanggal 3 Januari tersebut, dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten Mentawai Ifdil Gusti yang membacakan sambutan Menteri agama RI. (cal/yok)

0 Comments

Leave a Comment

12 + 18 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password