Anak di Bawah Umur Bacok Pemilik Kebun Cengkeh di Mentawai

Covesia.com – Polisi Mentawai dijadwalkan hari ini menjemput DT (13) anak dibawah umur yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Bruno Tabakkat (34) warga desa Simalegi Siberut Barat.

Kapolres Mentawai, AKBP Reko Indro Sasongko melalui Kasat Intel AKP Zukri Ilham kepada covesia.com mengatakan, kasus penganiayaan yang diduga pelakunya masih di bawah umur dan masih duduk di bangku kelas 5 SD itu bermula dari masalah pencurian cengkeh yang diduga dilakukan DT.

Kata Zukri, Kasus penganiayaan bermula, pada Senin, (12/1/2015), pukul 16.00 WIB sore. Saat itu korban Bruno Tabakkat dengan membawa parang dan perlengkapan berkebun lainnya berniat melihat ladang cengkehnya yang sudah siap untuk dipanen. Namun, ketika sampai di lokasi, dia “memergoki” DT tengah berada di atas pohon cengkeh miliknya. Merasa tidak terima cengkehnya dicuri, korban sambil memegang parang dan memaki meminta DT turun dari pohon cengkeh miliknya.

Usai turun dari pohon cengkeh, korban meminta pelaku menyerahkan seluruh cengkeh yang dicuri oleh pelaku. Puas memarahi dan membentak-bentak pelaku, korban langsung memungut buah cengkeh yang berserakan di bawah pohon cengkeh, sambil membiarkan parangnya begitu saja. Saat korban lengah, pelaku mengambil parang korban, lalu membacokkan tepat di bagian leher korban. Kemudian, pelaku kabur, membiarkan korban yang bersimbah darah.

Beruntung, korban yang masih bersimbah darah, mencoba menyelamatkan diri ke rumah penduduk terdekat. Kemudian, korban dilarikan oleh masyarakat sekitar ke puskesmas terdekat. Namun, karena belum memiliki peralatan medis yang lengkap, korban kemudian di larikan ke RSUD Tuapejat dengan menggunakan speed boat, selama lima jam.

“Karena tidak bisa ditangani di puskesmas terdekat, akhirnya korban yang sempat kritis kemudian dilarikan ke RSUD Tuapejat dan dilakukan penanganan lebih lanjut. Saat ini, korban sudah berangsur membaik, usai mendapatkan jahitan di bagian leher,” ungkap Kasat Intel Polres Mentawai, AKP Zukri Ilham menceritakan kronologis kejadian.

Sedangkan tersangka atau pelaku, dikatakan Zukri, sudah diamankan oleh oleh aparat pemerintah desa Simalegi beserta masyarakat setempat di rumah camat Siberut Barat Paulina guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia mengatakan, karena kondisi cuaca yang belum kondusif, pihak Kepolisian Resort Mentawai, baru hari ini Selasa (13/1/2015) bertolak menuju lokasi untuk melakukan penjemputan tersangka.

Murdani, salah seorang warga Siberut Barat yang mengetahui kejadian itu mengatakan, usai pembacokan tersebut, sempat membuat seluruh pihak keluarga tersangka diungsikan ke rumah camat, karena pihak keluarga korban tidak terima perlakuan tersangka. Secara adat, dikatakan Murdani, pihak keluarga korban juga menuntut pelaku yang diketahui sebagai anak yatim tersebut.

“Pihak keluarga, berencana akan melakukan paraurau atau sangsi denda dalam adat Siberut kepada seluruh keluarga suku pelaku, yang juga dikenal memiliki lahan kelapa yang cukup luas, meski si pelaku sudah ditangani pihak berwajib,” pungkasnya. (yok/cal)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password