27 Hektare Lahan Pertanian terancam hama tikus di Pasaman

Covesia.com – Hama tikus kembali menyerang lahan pertanian sawah masyarakat di Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Setidaknya 27 hektare lagi areal sawah masyarakat di Jorong Ambacang Angga Nagari Air Manggiah Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman terancam hama tikus.

Saat ini dilaporkan 1,25 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen akibat hama tersebut. Salah satu penyebab hama tikus ini tidak bersihnya sanitasi sawah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Sayur Pulau Lubuk Sikaping.

Petani Ambacang Anggang, Dastor (57) berharap kepada pemerintah daerah membantu masyarakat dalam mengatasi hama tikus tersebut. Sebab mereka hanya mempunyai mata pencarian sebagai petani padi sawah.

Kalau masyarakat sempat gagal panen nantinya, tentu akan berpengaruh kepada ekonomi petai. ” Kita sangat berharap kepada bapak bupati, memberikan solusi dalam musibah ini,”katanya kepada covesia, Kamis (15/1/2015).

Kemudian petani juga meminta sumber air sawah memang sudah baik, tapi karena tidak adanya pintu air mengakibatkan macet penyaluran air ke sawah masyarakat. Kedepan diharapkan pemerintah membuat pintu air pada saluran irigasi, sehingga air untuk ke sawah bisa merata.

Bupati Pasaman, H. Benny Utama langsung turun tangan dan meninjau lokasi sawah masyrakat yang dihantam hama tikus, Kamis (15/1/2015) bersama Dinas Pertanian, BP2KP, pengamat hama penyakit dari Dinas Pertanian Sumbar, dan dinas terkait lainnya.

Bupati meminta kepada petani agar mengaktifkan kembali kelompok tani yang telah ada selama ini. Ia mendengar kelompok tani yang mempunyai areal sawah 27 hektare tersebut kurang aktif, sehingga berdampak kepada usaha pertaniannya.

“Kita tentu hanya memfasilitasi dan mendorong petani agar lebih aktif lagi dalam dalam kelompok tani tersebut. Sebab kita sudah memberikan berbagai program untuk petani agar mereka lebih sejahtra” sebut Benny Utama.

Bupati minta kepada Dinas Petanian agar menangani persoalan ini secepat mungkin. Sebab ini menyangkut hajat hidup masyarakat petani Pasaman. (Man/utr)

0 Comments

Leave a Comment

twelve − four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password