Mulai Tahun Ini, Puskesmas Silayang Pasaman Layani Rawat Inap

Covesia.com – Puskesmas Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan Kabupaten Pasaman, Sumbar tahun ini bisa menerima pasien rawat inap. Ini menjadi sebuah impian masyarakat yang tinggal di daerah berbatasan dengan Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Harapan mereka memang mempunyai alasan. Dengan kondisi jarak tempuh hampir 100 kilometer dari Kecamatan Mapattunggul Selatan ke RSUD Pasaman yang berada di Lubuk Sikaping sudah sepantasnya disediakan rawat inap. Kemudian kondisi jalan yang masih pengerasan dan sebagian masih jalan tanah tentu membuat akses transportasi terasa sulit.

Kepala Puskesmas Silayang, Monalisa kepada covesia.com, Jumat (16/1/2016) mengatakan memang sudah sangat diperlukan fasilitas rawat inap di Puskesmas Silayang. Sebab dengan kondisi jarak tempuh dan kondisi jalan yang masih berkerekel dan bertanah.

“Kita rata-rata melani pasien tiap bulannya sekitar 450 orang yang datang dari berbagai jorong di Mapattunggul Selatan. Jumlah dokter yang ada saat ini sudah empat orang, di antaranya 3 dokter umum ditambah satu dokter gigi,” sebut Monalisa.

Ia optimis, tahun 2015 ini Puskesmas Silayang sudah bisa melayani pasien rawat inap. Masyarakat tidak perlu jauh lagi untuk mendapatkan perawatan rawat inap ke ruang kecamatan nantinya.

Sementara itu Bupati Pasaman, H. Benny Utama, mengatakan Pemkab Pasaman mengucurkan dana Rp2 Miliar untuk pembangunan rawat inap Puskesmas Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan. Dana itu dikucurkan tahun 2015 ini supaya puskesmas bisa melayani rawat inap di daerah itu.

“Dana Rp2 miliar itu terbagi untuk bangunan ruang rawat inap Rp700 juta dan meubiler Rp900 juta. Kemudian ditambah rehab puskesmas pembantu di Jorong Pangian Rp400 juta. Tahun ini juga kita sediakan ambulance untuk Puskesmas Silayang dengan dana Rp400 juta,” papar Benny Utama.

Menurut Benny Utama, kesehatan ini sangat penting, makanya pemerintah memprioritaskan pembangunan kesehatan untuk masyarakat Mapattunggul Selatan. Kesehatan bisa membuat masyarakat miskin, dan yang miskin akan bertambah miskin.

Kalau masyarakat sudah sakit, maka biaya yang akan dikeluarkan akan semakin banyak. Orang kaya bisa jatuh miskin, kalau sudah sakit. Seiring dengan itu pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kesehatannya.

“Kalau kita sudah sakit, maka tidak akan bisa bekerja lagi. Jagalah kesehatan kita agar terhindar dari berbagai serangan penyakit,” sebut Benny Utama. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

4 + ten =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password