Puluhan Ribu Warga Miskin Lubuk Linggau Berharap Raskin

Covesia.com – Puluhan ribu warga kurang mampu di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, masih mengharapkan penyaluran beras bagi warga miskin tetap dilanjutkan karena mereka sangat membutuhkan bantuan beras dengan harga murah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau Abdullah Matcjik di Lubuklinggau, Sabtu (17/1/2015), mengatakan harapan tersebut disampaikan langsung warga kurang mampu daerah itu, setelah mendapat informasi bahwa pemerintah akan menghentikan penyaluran raskin.

“Kami hanya menampung aspirasi masyarakat tersebut, namun keputusan tetap kewenangan pemerintah pusat, sedangkan stok beras tetap tersedia,” ujarnya.

Keluhan masyarakat kurang mampu makin banyak setelah hasil perkebunan, seperti karet harganya anjlok menjadi Rp3.500 per kilogram, sedangkan harga bahan pokok terutama beras mencapai Rp12.500 per kilogram.

Bila pembagian raskin itu terus berlanjut, katanya, bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu yang sudah terbiasa mendapatkan bantuan beras murah itu.

Sekarang, katanya, kondisi kehidupan mereka memprihatinkan terlebih saat harga bahan pokok melabung tinggi, sedangkan pendapatan sehari-hari tidak mencukupi untuk menyambung hidup keluarga para warga kurang mampu tersebut.

Kepala Bulog Cabang Musirawas/Lubuklinggau Joko Susanto mengatakan sudah membahas permasalahan penyaluran raskin tersebut dan masih menunggu keputusan pusat.

Meskipun belum ada keputusan pusat, pihaknya tetap menyediakan stok beras sebanyak 200 ton, sedangkan untuk raskin 150 ton, dan sisanya sebagai antisipasi kebutuhan termasuk operasi pasar atau stok pemerintah.

Penyaluran raskin pada Desember 2014 di Kota Lubuklinggau sebanyak 128.745 kilogram, namun realisasinya baru 75.450 kilogram (58,60 persen), sisa yang belum tersalurkan sampai dengan 15 Januari 2015 mencapai 53.295 Kg (41,40 persen).

Daerah sasaran penyaluran raskin itu, di delapan kecamatan, namun masih banyak warga kurang mampu yang belum menerima, misalnya di Kota Lubuklinggau Selatan II, Lubuklinggau Utara I, dan masih banyak sisanya Lubuklinggau Timur II.

(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

2 × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password