Petani Jembrana Rugi, Harga Tomat Anjlok 50 Persen

Covesia.com – Petani tomat di Kabupaten Jembrana, Bali, rugi besar, karena harga komoditas pertanian tersebut kini anjlok hingga limapuluh persen dari sebelumnya.

“Selain harganya anjlok, banyak buah tomat yang membusuk karena terlalu sering hujan. Musim tanam ini saya jelas rugi banyak,” kata Luh Darmi, salah seorang petani di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Minggu (18/1/2015).

Ia mengatakan, pada bulan November 2014 harga tomat di tingkat petani Rp7.000/kilogram, namun kini turun menjadi Rp4.000/kg.

Menurutnya, penurunan harga mulai terjadi sejak bulan Desember 2014, dengan alasan pengepul tomat tidak mau membeli dengan harga tinggi, karena tomat cepat membusuk akibat air hujan.

Selain memengaruhi harga, ia mengungkapkan, akibat curah hujan yang terlalu tinggi, produktivitas pohon tomat juga menurun dibandingkan saat kemarau.

“Saat kemarau, kami bisa melakukan panen hingga sepuluh kali. Tapi akibat hujan yang turun setiap hari seperti sekarang, tanaman tomat cepat layu sehingga panen bisa dilakukan paling banyak lima kali,” ujarnya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

20 + four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password