Penghuni Menangis, 9 Ruko di Lahan KAI Dieksekusi Pengadilan

Covesia.com – Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengeksekusi sembilan rumah toko (ruko) pada lahan milik PT Kereta Api Indonesia Sub Divisi Regional III.2 Tanjungkarang di Bandarlampung, Rabu (28/1/2015), meskipun sempat ditentang ratusan warga.

Kepala Bidang Humas PT KAI Sub-Divre III.2 Tanjungkarang, Muhaimin, di Bandarlampung, Kamis, mengatakan PT KAI hanya melaksanakan perintah eksekusi pengadilan terhadap bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 1.815 meter persegi milik PT KAI setempat.

Eksekusi ini dilaksanakan pihak Pengadilan Negeri Tanjungkarang, sedangkan karyawan PT KAI beserta pihak kepolisian dan personel TNI hanya mengawasi saja.

“PT KAI lega atas selesainya eksekusi ruko tersebut, sehingga proses pembongkaran ruko ini berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.

Ia menambahkan, ke depannya PT KAI belum mengetahui pemanfaatan ruko tersebut setelah berhasil dieksekusi. Rencana saat ini hanya fokus mengosongkan lahan PT KAI yang masih ditempati masyarakat.

Eksekusi sembilan ruko itu diwarnai ketegangan antara pihak PT KAI Sub-Divre III.2 Tanjungkarang dengan massa yang mengaku memiliki sertifikat hak milik (SHM).

Sembilan ruko di Jalan Teuku Umar Kedaton di Bandarlampung, Rabu pagi hingga siang, dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Tanjungkarang, dalam kaitan sengketa lahan yang telah dimenangkan oleh PT KAI Sub-Divre III.2 Tanjungkarang.

Menjelang eksekusi, ratusan massa sejak pukul 09.00 WIB telah berkumpul berupaya menghalangi tim eksekusi didampingi petugas PT KAI dan polisi yang ingin merobohkan sembilan ruko tersebut.

Setelah pembacaan putusan selesai, ekskavator mulai bekerja membongkar lantai dua ruko.

Pembongkaran dimulai dari ruko Istana Buah, selanjutnya berturut-turut Toko Polygon Utama dan kantor Dewan Pimpinan Daerah Komite Sepeda Indonesia yang dibongkar. Toko Kertas Hutarih Jaya serta Percetakan Gema menjadi ruko terakhir yang dibongkar.

Maezunah (29), warga Sawah Brebes menangis histeris ketika ekskavator mulai membongkar lantai dua ruko. “Ini bukan masalah Rp1 juta atau Rp2 juta. Berikutnya rumah kami juga pasti akan kena,” katanya pula.

Setelah ruko dibongkar, selanjutnya sejumlah pegawai PT KAI memasang pagar mengelilingi halaman ruko. Petugas PT KAI juga memasang stiker yang menyatakan bahwa tanah tersebut milik PT KAI.

(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password