DTPHP Pasbar: Nekat Potong Sapi Betina Produktif Terancam Pidana

Covesia.com – Pemerintah Daerah Pasaman Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Peternakan menegaskan kepada masyarakat untuk tidak menjadikan Sapi Betina Produktif sebagai hewan Qurban.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hoktikultura Dan Pertenakan Pasaman Barat, Sukarli melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Doddy San Ismail mengatakan jika masih nekat bisa masuk pidana dengan ancaman maksimal tiga tahun penjara.

“Sesuai yang diatur dalam UU No 41 tahun 2014, bahwa tidak diperbolehkan memotong hewan Ruminansia betina Produktif. Pelaku bisa bisa dihukum 1-3 penjara,” terang Dr. Doddy San Ismail kepada Covesia.com, Kamis (1/8/2019).

Mengantisipasi hal tersebut terjadi pihaknya mulai gencar turun melakukan pemeriksaan dan pemantauan ke lapangan hingga hari Raya Idul Adha 2019 ini.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan Qurban di beberapa tempat di Kinali dan termasuk di daerah Pasar Ternak Simpang Tiga. Khusus daerah Kinali, kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban tempat penampungan Sapi warga sebanyak 96 ekor Sapi,” kata Dr. Doddy San Ismail.

Dr. Doddy San Ismail menjelaskan untuk hari Senin besok ( 5/8) pada H-7 akan dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan korban merata di seluruh Kabupaten Pasbar.

“Kita memastikan bahwa hewan qurban yang disembelih warga itu sehat dan memenuhi syarat sesuai yang diatur dalam UU No 41 tahun 2014. Diantaranya Sapi berumur minimal dua tahun dan tidak cacat. Sebab yang tidak memenuhi syarat, tidak boleh di jadikan hewan qurban,” tambahnya.

Pihakya juga mengimbau kepada masyarakat maupun para peserta qurban agar segera melaporkan kepada petugas pusat kesehatan hewan terdekat untuk di periksa Sapi Qurbannya. 

“Kami juga bakal melakukan pemeriksaan hewan Qurban usai disembelih. Sebab terkadang ada kasus ditemukannya cacing hati nantinya (fasciola) terhadap hewan qurban. Jika terjadi demikian terhadap hewan yang sudah di sembelih diharapkan kepada masyarakat atau penyelengara hewan qurban untuk di kubur dan tidak di konsumsi,” tutupnya.

(eri)

0 Comments

Leave a Comment

17 − 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password