Turunnya Harga Cabe Sumbang Deflasi Riau

Covesia.com – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Riau mengalami kembali deflasi sebesar -0,23 persen untuk bulan November 2019.

Menurut Kepala BPS Riau, Misfaruddin sejak 3 bulan terakhir, Provinsi Riau tercatat selalu mengalami deflasi sehingga membuat laju inflasi Riau sepanjang tahun 2019 hanya berjumlah 2,76 persen.

Secara umum, deflasi menunjukan bahwa harga komoditas barang kebutuhan masyarakat cenderung bersifat stabil alias murah dan terjangkau. Namun ternyata, juga ada dampak positif yang dirasakan sebagian masyarakat terutama bagi mereka yang berpofesi sebagai petani.

Adapun komoditas utama yang memicu terjadinya deflasi yakni turunnya harga cabe merah, cabe rawit, cabe hijau, ikan serai, ikan tongkol dan daging ayam ras.

“Alhamdulillah, pada bulan November lalu Riau kembali mengalami deflasi sebesar -0,23 persen. Itu berarti, harga sejumlah komoditas terjangkau. Namun sayangnya, meski harga relatif stabil atau terjangkau, namun nilai jual petani kita justru rendah. Padahal, mereka kan sudah bersusah payah namun hasil panen yang didapat tak seberapa karena harga yang murah,” ungkap Misfaruddin.

Misfaruddin menambahkan, jika dihitung secara keseluruhan maka nilai inflasi Riau sepanjang tahun 2019 berjumlah 2,76 persen. Jumlah tersebut dinilai wajar, karena ambang batas aman untuk inflasi tahunan yakni 3,50 persen.

“Nilai inflasi Riau sepanjang tahun 2019 ini adalah 2,76 persen. Jika pada bulan Desember nanti Riau kembali mengalami deflasi untuk yang keempat kalinya, maka dapat dipastikan angka inflasi Riau berada di bawah angka 3,00 persen,” jelas Misfaruddin yang dilansir dari situs pemerintah setempat, Kamis.

(ant/adi)

0 Comments

Leave a Comment

three × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password