- Advertisement -
HomeArchipellagoIni Alasan Pengacara Rezka Oktoberia Pra Peradilankan Polres 50 Kota

Ini Alasan Pengacara Rezka Oktoberia Pra Peradilankan Polres 50 Kota

- Advertisement -

Covesia.com – Polres Limapuluh Kota saat ini tengah menghadapi sidang Pra Peradilan status tersangka salah seorang Caleg DPR RI asal Partai Demokrat, Rezka Oktoberia di Pengadilan Negeri Tanjung Pati. Pengacara Rezka, Jhon Mathias menilai penetapan tersangka tersebut belum sesuai dengan prosedur dan terkesan terburu-buru.

“Penetapan tersangka buk Rezka terlalu terburu-buru oleh Satreskrim Polres 50 Kota dan belum sesuai prosedur. Makanya kami melayangkan permintaan tinjauan kembali ke pengadilan Negeri Tanjung Pati,” sebut Jhon Mathias kepada Covesia.com, Kamis (20/2/2020).

Keberanian Jhon untuk mempraperadilankan Polres 50 Kota, dikarenakan penyidik belum pernah memintai keterangan dari Rezka dan saksi ahli.

“Buk Rezka dan saksi ahli yang memperkenalkan antara Rezka dan Pak Zamhar tidak pernah dimintai keterangan. Tahu-tahu sudah jadi tersangka saja. Jadi ini yang kami rasa ada yang salah dan terkesan terburu-buru. Makanya kami minta pra peradilan di pengadilan,” sebutnya.

Menurut Jhon, status yang diberikan Polres 50 Kota kepada Rezka. Sama hal dengan penetapan status tersangka Budi Gunawan oleh KPK beberapa waktu yang lalu. Saat itu, KPK sudah menetapkan status Budi Gunawan sebagai tersangka, tanpa meminta keterangan Budi Gunawan terlebih dahulu.

“Apa yang dialami.oleh Rezka, sama dengam Pak Budi Gunawan dulu oleh KPK. Dalam pra peradilan, pak Budi Menang di pengadilan. Makanya kami optimis untuk menang juga dalam perkara ini,” sebutnya.

Adanya sidang pra peradilan Polres 50 Kota ini berawal penetapan status tersangka Rezka Oktoberia oleh Satreskrim Polres 50 Kota tanggal 29 Januari 2020. Status tersangka ini dikarenakan laporan seorang pengusaha, Zamhar Pasha Budi yang merasa telah ditipu oleh Rezka sebesar Rp 1,7 Miliar.

Sampai hari ini, sidang pra peradilan telah dilangsungkan sebanyak tiga kali. Dimana sidang pertama pada Selasa (18/2/2020) dengan agenda pembacaan permohonan dari pemohon (pihak Rezka-red) dan jawaban dari pihak termohon (pihak Polres 50 Kota-red). Kemudian sidang kedua dengan agenda Replik, Rabu (19/2/2020) dan sidang ketiga dengan agenda Duplik, Kamis (20/2/2020). 

(agg/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + twenty =