Instruksi Belajar di Rumah Diberlakukan, Satpol PP Padang Akan Razia Pelajar yang Keluyuran

Covesia.com – Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Padang Provinsi Sumatera Barat secara rutin akan melakukan razia terhadap pelajar di tempat umum.

Hal tersebut guna mencegah pelajar keluyuran saat pemindahan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah diberlakukan di Kota Padang untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kita menindaklanjuti instruksi Walikota Padang. Kita melakukan patroli dan pengawasan ke tempat-tempat mereka biasa berkumpul,” ujar Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi saat diwawancarai Covesia via telepon, Jumat (20/3/2020).

Dia mengatakan bahwa tempat yang akan dirazia Satpol PP Padang tersebut seperti warung internet (warnet), mall, objek wisata, atau tempat keramaian lainnya.

Jika pelajar kedapatan keluyuran di tempat tersebut, lanjut Alfiadi, maka Satpol PP Padang akan melakukan penindakan.

“Penindakan tersebut bersifat preventif. Mereka ditindak jika kedapatan di tempat keramaian tanpa didampingi orang tua. Kami akan menghubungi orang tuanya. Jika orang tuanya belum tahu, maka akan kami kasih tahu. Kalau bisa diantar, kita antar ke rumahnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat instruksi Walikota tentang pemindahan kegiatan belajar siswa diberlakukan. Dia berharap agar semua pihak termasuk pelajar dan orang tua benar-benar mematuhi instruksi Walikota Padang tersebut.

“Bukan apa-apa. Ini demi kepentingan bersama untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Alfiadi menuturkan bahwa razia sudah dilakukan sejak kemarin. “Dan ternyata kemarin saja ada pelajar terjaring di warnet yang ada di Simpang Haru dan Kalawi,” sesalnya.

Razia ini akan terus dilakukan hingga 1 April 2020. “Hingga instruksi ini dicabut,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mulai Kamis (19/3/2020), kegiatan belajar-mengajar siswa di Kota Padang dialihkan dari sekolah ke rumah masing-masing.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Nomor: 421.2002/DIKDAS-03-2020.

“Pemindahan kegiatan belajar-mengajar siswa tersebut berlangsung selama empat belas hari hingga 1 April 2020,” ujar Mahyeldi, Rabu (18/3/2020).

Kegiatan belajar-mengajar di rumah tersebut diterapkan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Dia mengimbau, selama kegiatan belajar di rumah berlangsung, tenaga pendidik memberikan tugas sesuai dengan program pembelajaran yang direncanakan.

Selama kegiatan belajar di rumah berlangsung, siswa dilarang melakukan aktivitas di luar rumah, seperti berkumpul di fasilitas umum atau tempat keramaian.

Mahyeldi juga mengimbau agar orang tua ikut memantau atau mendampingi anak-anaknya selama peraturan ini diterapkan.

“Kepada siswa yang kedapatan berada di fasilitas umum atau tempat keramaian tanpa didampingi orang tua, maka akan ditangkap Satpol PP, kecuali ada hal yang sangat penting,” tuturnya.

Di dalam instruksi tersebut, sekolah yang melakukan proses belajar mengajar di rumah mulai dari TK, PAUD, SD, MI, SLTP, MTs, TPA, dan sederajat.

(rul/don)

0 Comments

Leave a Comment

eight − 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password