Kapolres Pasaman Minta Petugas Perketat Pengawasan di Posko Perbatasan

Covesia.com – Kepala Polisi Resor (Kapolres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengaskan kepada petugas posko penanganan Covid-19 agar memperketat pengawasan dikawasan pintu gerbang perbatasan Provinsi Provinsi Sumatera Utara dan gerbang selatan yang merupakan pintu masuk dari wilayah Provinsi Riau.

“Ini juga dalam rangka pelaksanaan Operasi Aman Nusa II guna menekan risiko penularan virus Covid-19 atau Corona, yang terbawa masuk seiring adanya gerakan perpindahan orang dan barang dari luar wilayah hukum Polres Pasaman,” kata AKBP Hendri Yahya kepada Covesia.com, di sela-sela tinjauannya di Posko pengawasan Covid-19 kawasan Muaro Cubadak, Kecamatan Rao, Kamis (2/4/2020).

AKBP Hendri Yahya mengungkapkan, kawasan pintu gerbang utara dan selatan itu merupakan akses jalan yang cukup banyak dilalui penduduk yang akan melintasi wilayah Provinsi Sumatera Barat. Sehingga diperlukan kesiapan personel dan infrastruktur pendukung lainnya sekaitan upaya cegah tangkal sebaran virus Covid-19.

“Dari hasil pengamatan saya, seluruh personel gabungan TNI/Polri, Dinas Pehubungan, Satpol PP dan petugas medis yang bertugas seluruhnya dalam keadaan sehat dan tetap semangat menunaikan misi kemanusiaan meskipun hanya didukung peralatan seadanya. Kami juga menekankan agar selektif memantau para pengendara yang lewat,” katanya.

Terkait kendala yang dihadapi dilapangan, lanjutnya, ia bersama jajaran terkait lainnya segera menyampaikan ke pihak berwenang lebih tinggi agar bisa dilakukan percepatan untuk melengkapi segala fasilitas yang dibutuhkan.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Afridansyah, mengungkapkan urusan pemantauan tapal batas antar provinsi sudah menjadi kewenangan pihak pemerintahan provinsi Sumatera Barat.

“Kami ditugaskan selaku perpanjangan tangan dan sejauh ini segala kendala yang ditemui sudah dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai laporan petugas lapangan yang diterimanya saat ini arus keluar masuk kendaraan yang melintasi daerah itu mencapai 100 unit lebih per hari. Kemudian untuk kendaraan roda empat saja dan ada sekitar 50 kendaraan dari arah selatan.

Menyikapi kondisi tersebut, lanjutnya, pihaknya telah membagi penugasan pemantauan menjadi tiga bagian waktu kerja guna mencegah risiko kelelahan bagi seluruh personel yang diterjunkan.

“Sejauh ini semuanya masih bisa diatasi meskipun dana yang dibutuhkan untuk itu masih bisa dikatakan sangat minim, karena masih ditanggulangi dari dana kas daerah,” ungkapnya.

Terkait pembayaran uang saku bagi petugas tersebut, pihaknya menjamin akan segera dicairkan dalam waktu dekat ini, karena masih membutuhkan proses legalitas prosedur dalam memanfaatkan dana kas negara.

“Karena ini situasi bencana, diperkirakan akan dibayarkan secara tunai guna memangkas prosedur pencairan agar lebih cepat, namun semuanya masih menunggu keputusan dari pihak dinas teknis yang menangani hal tersebut,” jelasnya.

Disinggung tentang masih adanya keluhan petugas tentang minimnya penerangan dan ketersediaan air bersih, ia mengaku sudah mengoordinasikannya ke pihak PLN dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

“Untuk penerangan memang belum ada respon dari pihak PLN Ranting Lubuksikaping, sementara untuk air bersih untuk pos utara sudah mampu diatasi dan pos selatan terjadi kesalahan pemasangan sehingga belum berfungsi maksimal,” terangnya.

(hri/nod)

0 Comments

Leave a Comment

12 + 19 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password