- Advertisement -
BerandaHeadlineWarga Sutera Pessel Resah, Peralihan Status Musala jadi Masjid Terhalang Rekomendasi Camat...

Warga Sutera Pessel Resah, Peralihan Status Musala jadi Masjid Terhalang Rekomendasi Camat 

- Advertisement -

Covesia.com – Niat baik jemaah Musala Nurul Ihsan di Kampung Sei Sirah, Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) tidak kunjung terlaksana.

Pasalnya, peralihan musala ke masjid terkendala karena persoalan rekomendasi dari camat setempat. 

Ketua Musala Nurul Ihsan Dt. Marjohan mengatakan, beberapa warga dan jemaah muai resah karena merasa dipersulit oleh Camat Sutera. 

“Memang banyak yang bertanya-tanya pada saya apalagi jamaah. Kata mereka, rekomendasi KUA Sutera sudah ada, Wali Nagari Surantih sudah ada, kenapa camat belum mau memberikan rekomendasi?,”kata Dt. Marjohan pada Covesia.com Sabtu (18/9/2021). 

Padahal berdasarkan keterangan warga, katanya, beberapa persyaratan untuk peralihan musala sudah dilakukan, mulai dari rekomendasi KUA Sutera dan Wali Nagari Surantih, ditambah dengan Ratusan warga setempat untuk menjadikan musala itu jadi masjid. 

“Mediasi di kantor nagari pun sudah dilakukan. Tapi, masih juga belum dapat persetujuan,”ungkapnya. 

Diceritakan, harapan jamaah untuk menjadikan musala tersebut menjadi masjid sudah dibicarakan sejak lama. Bahkan upaya persiapan pengurusan administrasi termasuk musyawarah bersama sudah dilakukan sejak setahun lalu.

“Kalau mengurus syarat untuk diberikan ke Kemenag sudah sekitar empat bulan ini kami lakukan. Bahkan tahun ini kami sudah salat Idulfitri dan Iduladha di sana. Jamaah kami ramai, kurban juga banyak,”tuturnya. 

Satu-satunya administrasi yang belum mereka peroleh rekomendasi dari pihak kecamatan. Rekomendasi ini menjadi salah satu syarat agar Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan dapat mengeluarkan rekomendasi.

Dt. Marjohan mengaku sudah tiga kali mendatangi kecamatan untuk meminta rekomendasi. Karena ada penolakan dari beberapa orang warga, sebutnya, mediasi juga sudah dilakukan di kantor wali nagari setempat beberapa hari lalu.

“Tapi hasilnya belum ada titik terang. Kami diminta rapat lagi dengan warga yang menolak padahal sejak awal sudah rapat,”ucapnya

Kepala KUA Sutera, Toni Nasrianto mengakui, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi.

Selain persyaratan administrasi, salah satu pertimbangannya telah keluarnya rekomendasi dari nagari dan sejumlah masjid di Kenagarian Surantih.

“Seluruh persyaratan ini disampaikan pada Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, di kabupaten nanti yang akan mengeluarkan rekomendasi. Salah satu syaratnya rekomendasi dari camat,” ungkap Toni Nasrianto.


Sementara itu, Camat Sutera Loli Nofita belum bisa dikonfirmasi ketika  dihubungi Covesia.com.

(ind)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -