Minum Teh Telor Tapai Sambil Menikmati Pemandangan, Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang Tempatnya

Covesia.com –  Menikmati pemandangan alam sembari menyesap segelas teh talua tapai khas Sumatera Barat mungkin bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi hari libur akhir pekan.

Adalah, Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Sebuah cafe yang terletak di pinggir sawah di Jorong Padang Kunyik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Magek, Kabupaten Agam. Cafe yang berdiri sejak 7 bulan silam ini sedang viral di media sosial dan ramai dikunjungi masyarakat baik dari dalan maupun luar daerah.

Dari bentuk bangunan, cafe ini tergolong sederhana yaitunya berupa satu bangunan dengan atap dan dinding seng, 2 buah pondok lesehan selebihnya hanya kursi dan meja di areal terbuka di bawah rindangnya pepohonan. 

Di cafe tersebut para pengunjung bisa memesan teh talua tapai lezat dan bersantai melihat indahnya danau Tarusan, bukit barisan, sawah yang terhampar luas serta Gunung Marapi dan Singgalang yang kokoh menjulang ke langit.

Setiap harinya cafe pondok teh talua tapai ini dibuka dari pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam.

Pemilik Pondok Teh Talua Tapai Luak Ladang, Sukan mengatakan, Ide membuat cafe teh talua tapai ini bermula saat mulai ramainya masyarakat terutama para pesepeda yang melintas dikasawan setempat. Jika melintas para pesepeda sering berhenti sekedar melepas lelah sambil memandang indahnya pemandangan. 

“Saya berfikir bagaimana kalau dibuat sebuah warung tempat minum dan para pengunjung bisa singgah sambil melepas lelah,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan Covesia.com Minggu (13/12/2020).

Setelah warung minum sederhanya dibangun, Sukan mulai berfikir minuman khas yang akan menjadi andalan, disitulah ia mulai terfikir untuk menyajikan teh talua tapai yang diyakini lebih enak dari teh talua biasanya.

“Sebelum membuka cafe saya dulu bekerja sebagai sopir, jadi sering minum teh talua di berbagai tempat namun rasanya kurang enak. Saya yakin bisa menyajikan lebih lezat dari itu,” imbuhnya.

Selain nikmat, harga menu yang ditawarkan juga tergolong murah meriah, untuk Teh Talua Tapai misalnya, pergelas bisa didapat dengan harga Rp 8Ribu saja. Begitu juga dengan teh talua pinang, kopi susu, kopi dan minuman lainnya dijamin tidak akan membuat kantong bolong.

Selain Teh Talua Tapai yang jadi andalan ia juga menjual makanan khas ringan seperti mangkuak, peyek ikan, kacang dan gorengan sebagai teman seduhan minuman.

Setiap harinya ratusan pengunjung selalu datang ke cafe milik Sukan, pada hari biasa ia bisa menghabiskan 250 butir telur bebek namun akhir pekan atau libur bisa mencapai 400 hingga 500 butir.

“Alhamdulillah pengunjung terus meningkat, saya juga mulai membangun mushala dan tempat parkir kendaraan yang lebih besar serta menyajikan spot untuk berfoto bagi para pengunjung untuk mengabadikan kedatangannya,” tutupnya.

(Jhn) 

0 Comments

Leave a Comment

1 × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password