Angka Kematian Ibu di Solo Naik Drastis

Solo – Angka kematian ibu di Solo, Jawa Tengah, mengalami kenaikan drastis diantaranya akibat “pre-eklamsia” dan kasus pendarahan.

“Ya angka kematian ibu di Solo mengalami kenaikan 100 persen dari tiga kasus tahun 2013 meningkat menjadi enam kasus pada tahun ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Surakarta, Siti Wahyuningsih disela-sela wisuda kelas ibu hamil di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta, Selasa (11/11/2014).

Dikatakan, pre-eklamsia, menjadi penyebab kematian utama pada ibu. Di tahun 2013 ada dua kasus dari tiga angka kematian ibu. Sedangkan sisanya, satu kasus kematian lainnya disebabkan pendarahan ketika melahirkan.

Sementara itu, pada tahun ini, dari enam kasus kematian ibu, lima di antaranya karena pre eklamsia dan sisanya karena pendarahan. Meski demikian, pihaknya menegaskan angka tersebut masih jauh dibawah standar dari nasional (pemerintah pusat) dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng). “Solo sudah jauh dari angka kematian ibu. Tapi kami masih akan menekannya menjadi nol kasus,” katanya.

Di sisi lain, angka kematian anak di Solo juga di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dari 102 standar yang ditetapkan, hanya ada 69 kasus di Solo..

Ia mengatakan masih ada kasus kematian ibu dan bayi perlu ada penanganan sejak dini. Langkah yang diambil Pemkot yakni menyelenggarakan kelas hamil di masing-masing Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kelas hamil itu dilaksanakan sebanyak 14 kali pertemuan serta dua jam setiap kelas. “Kelas tersebut memberikan pengetahuan kepada ibu hamil. Mengenai apa saja keluhan-keluhan dan cara mengatasinya. Jadi, kalau memang ibu hamil mengalami keluhan itu maka bisa langsung diatasi tanpa panik,” katanya. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

14 − ten =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password