Benarkah Merokok dapat Memengaruhi Psikologis?

Benarkah Merokok dapat Memengaruhi Psikologis Ilustrasi

Covesia.com - Merokok telah lama dikenal dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit di tubuh. Namun, kebiasaan merokok tidak pernah lepas dari kalangan pria. Tanpa disadari, perilaku merokok juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Beberapa perokok mungkin sebenarnya menyadari perubahan emosi sebagai efek dari merokok, namun memilih untuk membiarkannya.

Nah, berikut Covesia.com akan jabarkan efek merokok terhadap psikologi seseorang dirangkum berbagai sumber.

1. Merokok dapat mempengaruhi mental

Didalam rokok mengandung nikotin yang mempengaruhi kinerja otak sehingga memicu ketergantungan, yang pada akhirnya mengubah cara seseorang  berpikir dan perilaku. Efek tersebut dapat bersifat permanen karena nikotin sangat mudah terakumulasi pada otak.

2. Merokok memicu perubahan perilaku

Para perokok biasanya merasakan efek peningkatan dopamin berlebih sebagai rasa ketenangan, bahagia, atau kesenangan saat merokok. 

Hal ini menyebabkan seseorang menjadi kesulitan menenangkan pikirannya sendiri jika tidak mengisap rokok. Jika hal itu terjadi, maka perokok akan mencari dan menggunakan rokok tanpa henti.

3. Merokok membuat lebih tenang 

Hal ini terjadi karena efek ketergantungan dan peningkatan hormone dopamin yang membuat seseorang lebih tenang dalam waktu sesaat.

Namun sesudah merokok atau berhenti merokok dalam waktu beberapa jam, dapat memicu stress akibat keinginan untuk merokok. 

Pada dasarnya, rasa stress dan kecemasan saat ingin merokok tidak sebanding dengan rasa ‘tenang’ saat menghisap rokok.

4. Merokok membuat depresi 

Depresi yang terjadi akibat kebiasaan merokok disebabkan oleh kandungan nikotin di dalamnya, yang memengaruhi kinerja otak.

Hal ini menimbulkan rasa ketergantungan, serta mengubah perilaku dan cara berpikir dalam dirinya. Efek ini pun bahkan bisa bersifat permanen. 

Sebab, nikotin sangat mudah terakumulasi di otak. Lewat mukosa mulut saat merokok, nikotin bisa diserap dan mencapai otak hanya dalam 10 detik saja setelah rokok diisap. Efek ketergantungan dan perubahan psikologis ini akan semakin kuat jika kandungan nikotin semakin banyak.

Untuk itu, cobalah untuk menghindari kebiasaan merokok yang merugikan baik fisik maupun psikis kita dan terapkan pola hidup sehat. 

(Mgg/Annisa)

Berita Terkait

Baca Juga