Gathering BP Jamsostek Bukittinggi: “Pahami Alur dan Prosedur KK-PAK, Zero Klaim Pending”

Gathering BPJamsostek Bukittinggi, Kamis (18/3/2021)(Foto: dok.humas)

Covesia.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Cabang Bukittinggi menyelenggarakan Gathering Pusat Layanan Kecelakan Kerja (PLKK) dan Pemberi Kerja dengan tema “Pahami Alur dan Prosedur KK-PAK, Zero Klaim Pending”.

Iven ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Maret 2021, bertempat di Balcone Hotel & Resort, Kabupaten Agam.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang BP Jamsostek Bukittinggi, Ocky Olivia, diikuti oleh peserta dari pengurus Pusat Layanan Kecelakan Kerja (PLKK) & Pemberi Kerja Peserta BP Jamsostek se-Sumatera Barat.

Ocky Olivia menekankan bahwa prioritas utama BP Jamsostek adalah memberikan pelayanan maksimal kepada peserta BP Jamsostek sekaligus menerima masukan atau feedback yang bertujuan untuk melaksanakan perbaikan demi terciptanya peningkatan pelayanan.

Dijelaskan Ocky, saat ini Pusat Layanan Kecelakan Kerja (PLKK) yang bekerja sama dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) banyak mengalami permasalahan klaim pelayanan kesehatan yang telah dilakukan oleh rumah sakit.

“Sebab utama dari permasalahan tersebut adalah perbedaan persepsi antara rumah sakit dengan BPJamsostek sebagai pembayar (Payer) sehingga terjadi pending klaim (dispute claim),” jelasnya.

Pada prinsipnya, sambung Ocky, pending klaim terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara klaim yang diajukan oleh rumah sakit dengan regulasi – regulasi yang terkait sehingga menyebabkan klaim yang diajukan tidak dapat disetujui oleh BPJamsostek.

”Tujuan gathering kali ini adalah agar kita semua memahami alur ataupun prosedur pelayanan BPJamsostek dengan saling menyamakan persepsi, yang intinya adalah pelayanan BPJamsostek harus lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya,” ungkap Ocky Olivia.

Pada tahun 2020 total rekapitulasi klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kantor cabang Bukittinggi adalah 588 kasus dengan total klaim kurang lebih Rp. 1,7 miliar.

Sedangkan pada tahun 2021 sampai dengan Maret ini, klaim sudah mencapai kurang lebih Rp. 700 juta dengan 184 kasus.

“Dengan saling menyamakan persepsi antara perusahaan, PLKK dan BPJamsostek, diharapkan pending klaim dapat segera terselesaikan sehingga tidak menimbulkan kesan ataupun opini negatif kepada BPJamsostek. Pelayanan yang baik dari BPJamsostek kepada PLKK akan berdampak positif terhadap pelayanan Rumah Sakit kepada peserta BP Jamsostek. Tahun 2021 adalah Tahun Bebas Klaim JKK Pending,” tegas Ocky Olivia.

Acara kemudian dilanjutan dengan materi dari Ibu Nofmi Erita, Manajer Kasus KK-PAK BP Jamsostek, yang membawakan materi topik “Materi Gathering PLKK & Pemberi Kerja

Materi kedua dibawakan oleh Bpk. Yudhis Lesmana dengan topik “Studi Kasus” dengan melibatkan tanya jawab dengan perserta. Kemudian, materi terakhir yang disampaikan adalah “Materi Sosialisasi Program BPJamsostek PLKK” yang disampaikan oleh Ibu Dina Khairina, Kepala Bidang Pelayanan Cabang BP Jamsostek Bukittinggi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan para peserta.

Acara kemudian ditutup secara simbolis oleh panitia dan diakhiri dengan simbolisasi dukungan dan komitmen dengan berupa cap telapak tangan peserta dengan pewarna di banner yang disediakan untuk tercapainya “Tahun 2021 adalah Tahun Bebas Klaim JKK Pending”.

(rel/don)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password