Cegah Dampak Buruk Varian Omicron, Dr Andani Minta Masyarakat Segera Vaksinasi

Cegah Dampak Buruk Varian Omicron Dr Andani Minta Masyarakat Segera Vaksinasi Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra (kanan). Foto: Laila Marni

Covesia.com - Varian baru Covid-19, Omicron, menjadi perhatian banyak pihak karena risiko yang ditimbulkan lebih berbahaya dari varian sebelumnya. Berbagai negara telah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran mutasi baru ini. 

"Omicron itu varian sebenarnya mirip dengan Delta, tapi mutasinya lebih banyak. Varian ini bahkan bisa meningkatkan risiko infeksi ulang dan lebih parah dari variant of concern (VOC) lainnya," ungkap Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, saat diskusi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana, di Padang, Jumat (3/12/2021). 

Andani mengatakan, tidak ada virus yang begitu cepat penularannya seperti Omicron. Bahkan sampai sekarang, Eropa belum lepas dari varian Delta dan harus berhadapan dengan varian Omicron. 

"Beberapa mutasi yang ada di Delta juga ada di Omicron. Saran saya, kita tidak usah panik dengan Omicron itu, yang penting segerakan vaksin," ujarnya. 

Menurutnya, kematian yang disebabkan Omicron banyak terjadi pada orang tua yang tidak divaksin. Maka perlu percepatan vaksinasi. 

"Saat ini, vaksin di Sumbar sudah 53 persen. Tetapi itu masih vaksinasi pertama. Sementara, vaksinasi lansia masih rendah di bawah 30 persen. Sedangkan yang menjadi korban kebanyakan adalah lansia yang belum divaksin," jelasnya. 

Dia menyarankan, fokus ke depan baik pemerintah dan seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan vaksinasi lansia. Semua harus divaksin, jangan lagi ada yang ragu dsn tidak percaya Covid-19. 

"Saya berharap partisipasi masyarakat. Mari kita sama-sama. Intinya bagaimana kita bersama berjuang untuk lepas dari pandemi," katanya. 

Dia menambahkan, meskipun efektivitas vaksin hanya 50 persen, setidaknya jika terkena, maka risikonya lebih kecil. Jika tidak vaksin harus masuk ICU, dengan vaksin hanya terkena dampak ringan.

(ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga