Soto Simpang Karya Padang, ”Soto Kenangan” para Atlet, Pejabat hingga Menteri

Soto Simpang Karya di Jalan Doby nomor 2 A, Padang. Foto: Laila Marni

Covesia.com – Akhir pekan datang lagi, tentunya ini adalah waktu terbaik meluangkan kesempatan dengan berwisata. Tak melulu berwisata ke pantai dan pegunungan, wisata kuliner pun juga dapat menjadi pilihan.

Sumatera barat, khususnya Kota Padang memang terkenal dengan beraneka ragam kulinernya mulai dari rendang, dan makanan khas lainnya. Tapi, makanan nusantara seperti soto juga tersedia di “Kota Bingkuang.”

Adalah Soto Simpang Karya, soto yang sering disebut sebagai soto kenangan. Kedai soto yang berada di Simpang Karya, Jalan Dobi nomor 2 ini sudah sangat berdiri sejak lama, lebih 40 tahun.

Tak banyak yang berubah dari kedai soto yang dikelola oleh pasangan suami istri, Ely (59) dan Harizal (65). Sejak berdiri tahun 1979, Soto Simpang Karya ini tetap ramai dikunjungi.

Pelanggan menyantap Soto Simpang Karya dengan latar belakang foto Harizal dengan sejumlah tokoh.

Tampilan kedai memang sangat sederhana, namun pengunjungnya sangat beragam, atlet nasional, artis, bahkan menteri.

Dahulu, artis Dorce Gamalama dan artis Minang Elly Kasim selalu makan soto jika ke Padang.

“Bahkan Bambang Pamungkas juga sering makan soto di sini,” ungkap Ely kepada Covesia.com.

Tak hanya itu, dia mengatakan bahwa menteri dan pejabat juga makan soto di sini seperti Mahfud MD, kemudian Andre Rosiade, anggota DPR RI, Bupati Dharmasraya Sutan Riska dan lainnya.

Dari pantauan Covesia.com di lokasi kedai soto yang tak jauh dari Hotel Axana ini memang terlihat sederhana.

Dicat warna merah, sejumlah kursi dan meja mengisi ruangan kedai ini. Di dinding, terpajang foto suami Ely dengan sejumlah orang ternama seperti Bambang Pamungkas, Andre Rosiade, Mahfud MD, dan beberapa orang lainnya.

Ely mengatakan pelanggannya kebanyakan sudah bertahan lama, sejak mereka masih SMA, sampai sudah memiliki anak masih sering mampir dan makan soto di tempatnya ini.

Tampilan Soto Simpang Karya dengan racikan bumbu khas yang menggugah selera.

Menurut Ely, Soto Simpang Karya berbeda dari soto kebanyakan karena bumbunya diracik sendiri dan diwariskan secara turun temurun. Ely sendiri merupakan keturunan kedua.

Saat ditanyakan perihal kenapa tak mengubah desain kedainya, Ely beralasan karena larangan membangun bangunan di daerah tersebut. Tak ayal Ely dan suami hanya memperbaiki sebisanya.

Soto Simpang Karya ini hanya menyediakan soto daging sapi. Per porsi soto Rp22 ribu. Jika dibungkus harganya menjadi Rp27 ribu. Pelanggan juga bisa memesan minuman berupa teh es, es jeruk, kopi susu dan teh talua.

“Kedai ini ‘tampangnya’ biasa, tapi yang datang orang elite,” ujar Ely sambil tersenyum.

Ely mengaku sebelum gempa tahun 2009 mengguncang Sumbar, Soto Simpang Karya biasanya menghabiskan 40 kg daging dalam sehari.

Namun semenjak pandemi Covid-19, pendapatan soto Simpang Karya turut merosot. Hanya sepertiga dari biasanya.

(ila/rdk)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password