Apoteker Ingatkan Konsumsi Obat Cukup dengan Air Putih

Apoteker Ingatkan Konsumsi Obat Cukup dengan Air Putih Layanan edukasi dan konsultasi obat gratis oleh Apoteker di Sumbar di kawasan Gor. H. Agus Salim, beberapa waktu yang lalu.

Covesia.com - Marak terjadi di masyarakat yang beranggapan mengkonsumsi obat dengan minuman seperti Teh, Kopi, Jus, Susu dan minuman lain untuk mengurangi rasa pahit ataupun rasa kurang nyaman lainnya saat meminum obat. 

Hal tersebut diungkapkan Ketua Indonesian Young Pharmacist Group (IYPG) Sumbar, atau Ikatan Apoteker Muda, Yoneta Srangenge, dalam keterangan persnya yang diterima, Jumat (24/12/2021).

Ia menjelaskan salah memilih minuman saat mengonsumsi obat bisa mengurangi efek obat, bahkan bisa  berisiko terhadap tubuh. Edukasi ini perlu dilakukan terhadap masyarakat.

"Justru, akan membuat efek yang diharapkan dari obat bisa menurun dan bahkan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan lainnya terjadi pada tubuh," jelas Yoneta Srange. 

Yoneta Srangenge menegaskan, sebenarnya segelas air putih adalah minuman terbaik saat mengonsumsi obat. 

"Kecuali adanya arahan lain dari apoteker ataupun dokter," ungkap Dosen Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Unand.

Ia menjelaskan, minuman seperti susu bisa menghambat penyerapan antibiotik tetrasiklin, siprofloksasin. 

"Teh, bisa mengikat zat besi yang terkandung dalam beberapa jenis obat karena kandungan taninnya, sehingga bisa menghambat penyerapan obat dalam tubuh," jelasnya.

Sementara itu, sambungnya, kopi dengan kandungan kafeinnya yang dapat meningkatkan efek samping beberapa obat-obatan yang bekerja pada susunan saraf pusat. 

"Intinya, jangan sekali-sekali mengonsumsi obat dengan minuman selain air putih, karena nantinya dapat berinteraksi dengan obat yang tengah dikonsumsi," paparnya.

"Hal yang terlihat sepele sekali, tetapi dampaknya sangat besar dalam mencapai efek terapi dari obat yang tengah dikonsumsi," tambahnya. 

Menurut Yoneta, sebab itu pihaknya telah memberikan layanan edukasi dan konsultasi obat gratis di kawasan Gor. H. Agus Salim, beberapa waktu yang lalu pada Minggu, 14 November 2021. 

"Kegiatan diberi nama Apoteker Walk Thru, dengan tema Interaksi Obat dengan Minuman, ini sukses mendapatkan atensi dari masyarakat yang tengah melakukan aktifitas CFD di kawasan tersebut," sebutnya. 

Ia menyebutkan, sejumlah apoteker yang berasal dari kabupaten/kota di Sumbar turut hadir saat kegiatan itu. 

"Ada dari Padang, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok Pasaman, yakni Ratna Wilis, Amelya Afryandes, Lailaturrahmi, Risky, dan Anggi Mutia Annisa," jelasnya.

Ia mengakhiri, masyarakat merasa sangat terbantu dengan layanan yang diberikan, konsultasi itu membuat lebih mudah dalam mengatur pola konsumsi obat-obatnya.

"Masyarakat juga merasa lebih yakin dalam menjalani terapi yang tengah diberikan oleh dokter," kata dia.

(ril/don)

Berita Terkait

Baca Juga