- Advertisement -
HomeLifestyleDokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan SPH: Ada Dua Cara Cegah Kanker Serviks!

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan SPH: Ada Dua Cara Cegah Kanker Serviks!

Covesia.com – Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari leher rahim (serviks). Serviks merupakan daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dan vagina.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Semen Padang Hospital (SPH) dr. Yoshida Nazar, Sp.OG mengungkapkan, kanker serviks terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. Sel-sel tersebut bisa berubah menjadi lesi serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Biasanya, perubahan ini memakan waktu 10-15 tahun sampai terjadi kanker. Nama lain dari kanker ini yaitu kanker mulut rahim, cervical cancer, portio carcinoma, kanker leher rahim, dan karsinoma serviks.

“Kanker ini sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal. Maka dari itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksinya melalui skrining dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks,” ujarnya.

Penyebab kanker serviks lanjutnya, diketahui berasal dari virus HPV (Human Papilloma Virus) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18.

Selain itu, gejala dari kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas. Lalu bagaimana cara mencegah kanker serviks?

dr. Yoshida Nazar mengatakan, ada dua cara yang dapat dilakukan yakni Pencegahan Primer yang terdiri dari Edukasi & Promosi serta Vaksinasi.

Kemudian Pencegahan Sekunder yang dilakukan dengan tes IVA yang sangat sederhana, kemudian Pap Smear.

Pencegahan primer melalui vaksin di rumah sakit.

Diketahui pemberian vaksin yang dapat merangsang pembentukan antibodi dan dapat mencegah terjadinya infeksi HPV 16 dan 18 yang menyebabkan 71 persen kasus kanker serviks.

Sementara itu, Pap smear atau screening yakni dilakukannya pemeriksaan pada seluruh populasi yang di-screen untuk mendeteksi dini adanya kelainan di serviks.

Pemeriksaan itu merupakan deteksi dini yang dapat mendeteksi sel abnormal, lesi pra-kanker dan kanker serviks, namun ini tidak dapat mencegah terjadinya infeksi HPV.

“Namun ini lebih baik lagi karena kanker serviks yang ditemukan pada stadium dini dan diobati dengan cepat dan tepat dapat disembuhkan. Oleh sebab itu lakukan deteksi dini secara berkala,” jelasnya.

Sementara itu, ia mengingatkan tentang bahayanya resiko dari menunda vaksinasi.

Ia menjelaskan, menunda vaksinasi berarti menempatkan diri pada risiko terkena infeksi HPV 16 & 18 dan menunda kesempatan perlindungan yang dapat diberikan oleh vaksin.

Hal ini karena setiap perempuan berisiko terkena infeksi HPV, yakni penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan bagaimana gaya hidupnya.

“Pemberian vaksin untuk kanker serviks dilakukan tiga kali dalam waktu yang berbeda. Di SPH, kita bisa menerima pasien untuk suntik vaksin kanker serviks. Selain itu, kita juga bisa melakukan pap smear atau skrining guna menghindari resiko terkena kanker serviks. Vaksinasi dengan skrining bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif,” katanya.

Dokter Yoshida mengimbau kepada setiap perempuan untuk lebih peduli tarhadap dirinya sendiri. Jangan abai untuk memeriksakan diri ke rumah sakit guna melakukan skrining dan vaksinasi untuk kanker serviks.

“Lebih baik kita mencegah daripada menyesal jika sudah terlambat,” imbaunya.

(ril)

Baca juga: Sering Terlambat Disadari, Ini Penyebab Kanker Serviks Berkembang Menjadi Ganas

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya