8 Takjil Khas Sumbar yang Sayang Sekali Jika Dilewatkan 

8 Takjil Khas Sumbar yang Sayang Sekali Jika Dilewatkan  instagram @estebakpayakumbuh

Covesia.com - Tak lama lagi bulan Suci Ramadhan akan menjelang. Tak hanya akrab dengan ibadah khusus di bulan ini, bulan Ramadhan juga waktu yang pas menikmati kuliner buka puasa yang unik, enak, dan jarang ditemui. 

Jika berada di Sumatera Barat sangat sayang dilewatkan menu buka puasa berikut ini yang covesia.com rangkum dari berbagai sumber. 

Lompong Sagu
Merupakan menu buka puasa khas Padang yang terbuat dari sagu yang dibentuk menyerupai lontong. Lompong sagu juga dimasak dengan santan, gula merah, pisang kepok, dan parutan kelapa. Cita rasanya manis dan gurih, cocok untuk dijadikan santapan usai menahan lapar seharian penuh.

Aia Aka
Minuman legendaris dari tanah Minang ini patut dicoba saat berbuka puasa, terbuat dari perasan daun cincau yang diolah hingga berbentuk agar-agar. Biasanya disajikan dengan santan jika ingin yang manis dan bisa juga dengan jeruk untuk ingin mencoba yang asam dan menyehatkan. Aia aka juga dikenal dengan sebutan ubek tawa dan sering digunakan sebagai pereda panas dalam. 

Bika
Bika merupakan jajanan yang terbuat dari bahan sederhana, seperti tepung beras, kelapa, dan gula. Kemudian dimasak dengan cara dibakar menggunakan sabut kelapa. Rasanya yang manis cocok untuk berbuka puasa. Biasanya sangat banyak ditemui di daerah Kayu Tanam, Sumatera Barat. Deretan kedai Bika bisa dilihat di tepi jalan karena mereka langsung membakar di samping kedai. 

Es Tebak 
Selanjutnya ada menu es yang khas dari Payakumbuh. Es tebak merupakan jenis es campur yang kerap diburu untuk menu berbuka puasa. Tebak adalah sebutan untuk isiannya yang terbuat dari olahan tepung ketan dan sagu yang dimasak dengan air, garam, dan kapur sirih. Adonan tebak tersebut kemudian dicetak tipis hingga menyerupai cendol.

Setelah itu tebak dicampur dengan isian lain seperti nangka, tape singkong, cincau, kolang-kaling, dan kelapa muda. Agar semakin segar, es tebak diberi siraman kuah santan, sirup merah, dan susu kental manis.

Kue Mangkuak
Kue ini memang berbentuk mangkok dan dihidangkan dalam tempurung kelapa. Di bagian tengahnya ada tonjolan yang menjadi ciri khas kue ini. Saat Ramadan kue ini sering dicari, rasanya manis dan harga satuan kue ini hanya Rp 2.000.

Anyang Tumbuak
Selanjutnya yang perlu dicoba adalah minuman tradisional khas Kota Pariaman Sumatera Barat. Anyang Batumbuak memiliki cita rasa yang segar, apalagi diminum dalam keadaan dingin, bisa bikin ketagihan akan kesegaarannya. Selain menyegarkan, minuman ini juga dipercaya berkhasiat menambah energi.

Anyang batumbuak terbuat dari bahan dasar buah bacang, karena bacang susah didapat, maka bisa diganti menggunakan buah kuweni, pisang, dan buah timbaba (buah nangka kecil-kecil yang tidak berhasil menjadi buah nangka). Bahan-bahan lainnya nanas, cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, jeruk besar, gula merah, garam, dan air secukupnya. Minuman ini hanya ditemui di Pariaman. 

Lamang Tapai
Lamang terbuat dari beras ketan dan santan kelapa yang dimasak dengan menggunakan batang bambu di atas bara api. Kemudian diberi tapai atau tape ketan yang terbuat dari campuran ketan hitam dan gula aren. Rasanya manis dan biasanya hanya ditemui saat bulan Ramadhan. 

Lapek Bugih
Menu satu ini juga Jangn sampai dilewatkan saat Ramadan, Lapek bugih atau lepat bugis terbuat dari tepung beras ketan dan santan kelapa yang dibungkus menggunakan daun pisang. Di beberapa daerah di Sumatera Barat, lapek bugih bahkan diberi warna hijau ataupun merah muda agar lebih menarik.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga