Anyang Rawan, Makanan Khas Tradisional di Padang Diburu Saat Ramadan

Anyang Rawan Makanan Khas Tradisional di Padang Diburu Saat Ramadan Anyang Rawan yang selesai diaduk dan siap dikonsumsi (Foto: Covesia-Primadoni)

Covesia.com - Anyang Rawan, makanan khas tradisional di Kota Padang ini sangat diburu warga saat datang bulan suci Ramadan.

Anyang Rawan merupakan panganan khas dari daerah Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Ely (69) salah seorang pelaku usaha pembuat Anyang Rawan, yang berlokasi di Jalan Seberang Padang Selatan II, menyebutkan usaha yang dirintisnya ini sudah berlangsung turun temurun dari orang tuanya.

"Usaha pembuatan Anyang Rawan ini, sudah berlangsung lebih kurang 50 tahun," ungkap Ely saat ditemui di rumahnya, Jumat (8/4/2022).

Diketahui Anyang Rawan ini berbahan daging-daging atau tulang lunak dari kepala Sapi, kemudian kelapa, cabai, garam dan asam jeruk nipis dan sejumlah bumbu dari dedaunan.

Sebelum dijadikan Anyang Rawan, pertama rawan-rawan tersebut direbus dulu hingga 5 jam agar empuk.

Sembari menunggu rebusan selesai, Ely mempersiapkan parutan kelapa, yang langsung digiling pakai mesin, setelah digiling lalu kelapa kemudian dicampur dengan cabai merah yang sudah digiling juga.

"Setelah rebusan masak, semua bahan tersebut diaduk. Guna menambah sensasi segar, dimasukkan beberapa perasan potongan jeruk nipis," bebernya.

Untuk satu porsi yang dibungkus, Ely menjual dengan harga Rp10 ribu.

Ely menjelaskan, pada bulan Ramadan ini permintaan terhadap Anyang Rawan sendiri cukup ramai, dan sangat diburu sekali oleh penikmat Anyang Rawan tersebut.

Untuk Ramadan ini, ia mulai merebus hingga mengaduk Anyang ini dimulai pada siang sekitar pukul 12.00 Wib, dan mulai dijual sekitar pukul 14.00 Wib atau pukul 15.00 Wib.

"Tidak sampai satu jam, Anyang Rawan yang selesai diaduk sudah banyak yang antrean dan ludes diborong para pelanggan," kata dia.

Ely menambahkan, kendala pada bulan Ramadan yaitu pasokan bahan dari penjual daging berkurang. 

"Kalau rawan ini tergantung pada orang yang menyembelih Sapi, Kalau bulan puasa orang kurang menyembelih, tapi permintaan bahan meningkat, disitulah agak terkendala terkait bahan rawan ini," ujarnya.

Tingginya minat terhadap kuliner ini pada bulan Ramadan memang dimanfaatkan masyarakat. Kalau pada hari biasa sangat sulit mendapatkan Anyang Rawan ini.

Seperti Ida (55) pelanggan yang hampir tiap hari memesan Anyang Rawat tersebut, ia mengatakan pada bulan Ramadan ini, Anyang tersebut sangat diburu warga.

"Jika terlambat sedikit saja, kita tidak kebagian lagi," kata dia.

Ia menjelaskan Anyang Rawan ini rasanya enak, juga ada rasa asam, pedas dan gurih.

"Cukup bagus untuk pembuka selera saat berbuka puasa," pungkasnya.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga