Kampung Rendang, Wisata Kuliner Andalan di Payakumbuh

Kampung Rendang Wisata Kuliner Andalan di Payakumbuh Gerbang tanda masuk kawasan Kampung Rendang Payakumbuh. Foto: Lisa Septri Melina

Covesia.com - Wisata kuliner tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu daya tarik pelancong terhadap suatu daerah. Hal itu juga turut dirasakan "Kampung Rendang" Kota Payakumbuh. 

Kampung rendang terletak di Jalan Tan Malaka Lampasi, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Letaknya yang strategis di tepi jalan utama penghubung Kota Payakumbuh dan Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota membuat kampung tersebut ramai dikunjungi pembeli, terutama pada saat hari libur dan Lebaran. 

Toko rendang akan berjejeran memanjakan mata di tepi jalan, terlihat ada Rendang Yolanda sejak 1998 silam, Rendang Riri serta Rendang Erika. Di kampung inilah wisatawan akan menjumpai kuliner rendang yang tidak hanya berupa olahan daging sapi, tetapi juga ada beragam jenis rendang. 

Di lokasi, wartawan Covesia.com, menemui pengusaha Rendang Yolanda, salah satu toko rendang tertua dan bertulisan sudah ada sejak 1998 silam. 


Pendiri Rendang Yolanda Yurizal (64) mengatakan cikal bakal beridirinya Rendang Yolanda dimulai pada waktu perekonomian di Payakumbuh mengalami kesulitan. Semasa itu, ia mengantungkan hidup dengan bekerja sebagai peternak ayam petelur bersama istrinya. Kendati begitu, penghasilan per hari tidak bisa menutupi kebutuhannya hingga membeli makan ayam pun susah. 

"Untuk mensiasati itu, istri saya membuat rendang dari telur, dan menjualnya dari rumah ke rumah, pasar hingga ke kantor pada tahun 1998 silam," ujar dia ditemui di Toko Rendang Yolanda ditulis, Rabu (20/4/2022). 

Lanjut dia, hal baik tidak selalu menyertai langkahnya, hingga penolakan demi penolakan dari masyarakat terus bergulir. "Saat menjajakan rendang, kami terus mendapatkan penolakan dari masyarakat," katanya.

Kendati begitu, katanya, ia bersama istrinya tidak putus asa dan terus berusaha hingga sampai suatu masa ikut pameran di Kota Padang hingga ke Jakarta. 

Dari pameran tersebut, rendang sedikit demi sedikit mulai dikenal, hingga akhirnya usahanya menjadi mitra binaan PT Pertamina dan dibimbing selama 10 tahun lamanya. 

"Sesudah itu barulah kami berdiri sendiri dan akhirnya membuka toko Rendang Yolanda di Payakumbuh," sebutnya. 

Semakin hari jenis rendang yang dibuat semakin beragam. Sampai saat ini, Rendan Yolanda menyediakan rendang talua, rendang daging basah, rendang paru, rendang ubi serta rendang daging runtiah. 

"Semua dibungkus dalam kemasan kotak dan dijual dengan harga Rp65 ribu per 200 gram. Kecuali untuk rendang daging sapi 250 gram. Semua rendang di sini tidak memakai bahan pengawet. Rendang kering tahan hingga empat bulan dan rendang basah 1 bulan," tutur Yurizal. 

Hingga kini, Rendang Yolanda sudah diedarkan ke Jakarta, Pekanbaru dan Padang. "Kalau di kampung ini yang banyak pembelinya itu orang yang datang dari luar Sumbar. Pahit manis menjual rendang itu telah saya rasakan. Paling banyak peminatnya pada saat hari lebaran dan hari-hari libur," katanya.

(lsm)

Baca Juga