BerandaLifestyleVagina Berdarah di Malam Pertama, Apakah Pertanda Istri Masih Perawan?

Vagina Berdarah di Malam Pertama, Apakah Pertanda Istri Masih Perawan?

- Advertisement -

Covesia.com – Berhubungan seks di malam pertama membuat vagina istri berdarah, apakah pertanda istrinya masih perawan? Ternyata tidak selalu.

Hal tersebut tidak 100 persen benar.

Keluar darah dari vagina saat berhubungan seks malah disebabkan oleh beberapa hal yang tidak berhubungan dengan keperawanan.

Ini lima penyebab vagina berdarah yang dilansir dari Suara.com:

  1. Seks yang kuat
  2. Seks yang kuat atau kasar pada vagina dapat menyebabkan perdarahan.

“Bercak atau pelepasan merah muda dapat menjadi respons yang sangat normal karena vagina memulihkan diri usai gesekan,” kata Hector Chapa, MD, ob-gyn di Texas A & M College of Medicle.

  1. Risiko kanker serviks

HPV (penyebab utama kanker serviks) dapat menyebabkan mutasi pada sel-sel dalam lapisan serviks.
Beberapa infeksi vagina sering kali menyebabkan pendarahan vagina saat berhubungan seks seperti, klamidia, gonorea, trichomoniasis, hingga infeksi jamur.

Klamidia, genital herpes, gonore, dan trichomoniasis adalah infeksi menular seksual.

Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan serviks yang merupakan kanal antara vagina dan rahim.

Ketika serviks meradang, penetrasi dapat menyebabkan iritasi dan kemungkinan perdarahan. Sebagian besar infeksi menular seksual dapat dengan mudah diobati.

  1. Kekeringan vagina

Ilustrasi menjaga vagina. (Unsplash/Ava Sol)
Dengan segala jenis penetrasi, jika Anda tidak cukup melumasi, maka akan ada banyak gesekan yang menyebabkan pendarahan.

Kekeringan vagina dapat terjadi pada perempuan dari segala usia, tetapi sangat umum pada mereka dengan kadar estrogen rendah, seperti perempuan pasca-menopause dan menyusui.

Estrogen berkontribusi pada kelembapan dan fleksibilitas jaringan vagina, membuat perempuan dalam kondisi rendah estrogen lebih rentan terhadap pendarahan saat berhubungan seks.
Polip adalah pertumbuhan seperti bohlam-kecil pada lapisan jaringan.

Mereka biasanya tidak berbahaya dan tidak menyakitkan, tetapi bisa dengan mudah teriritasi. Jadi, jika mereka terbentur selama penetrasi dengan jari, mainan, atau penis, maka dapat mengakibatkan pendarahan.
(Suara.com)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -