Edukasi Akibat Terlambat Mencabut Gigi Susu

Edukasi Akibat Terlambat Mencabut Gigi Susu (Istimewa)

Covesia.com - Pada dasarnya, gigi susu akan digantikan oleh gigi dewasa. Ketika telah memasuki periodenya, gigi susu satu per satu akan goyang dan tanggal dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus terkadang gigi dewasa sudah terlihat tumbuh sebagian, tetapi gigi susunya masih belum tanggal. 

Sering kali anak-anak menyebutnya gigi bertumpuk atau biasa disebut dengan gigi persistensi. Meskipun sering dianggap sepele, gigi persistensi bisa mengakibatkan gigi dewasa menjadi berantakan atau berjejal, karena gigi dewasa akan tetap tumbuh berada di depan atau belakang gigi susu yang masih ada. 

Padahal gigi yang rapi tentunya dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menjadikan senyum lebih indah. Selain faktor estetika, terlambatnya mencabut gigi susu dapat memengaruhi fungsi pengunyahan dan tumbuh kembang rahang. Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan mengenai gigi persistensi serta pemeriksaan gigi anak secara berkala ke dokter gigi dapat menjadi upaya pencegahan dini.

Pemberian edukasi mengenai “Akibat Dari Terlambatnya Mencabut Gigi Susu” diberikan oleh Imam Esa Pratama dan Raihan Ryoza selaku Dokter Gigi Muda Universitas Andalas. Pemberian edukasi ini didampingi oleh Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas sekaligus Dokter Gigi Spesialis Anak, drg. Puji Kurnia, MDSc, Sp.KGA yang terjun langsung melakukan pemeriksaan kepada 25 siswa kelas IV SD Adabiah Padang. 

Salah satu Dokter Gigi Muda Universitas Andalas Imam Esa Pratama mengatakan, pemberian edukasi ini sangat penting karena masih banyak anak-anak yang tidak percaya diri dengan senyumnya namun tidak mengetahui apa penyebabnya. 

“Salah satu penyebab anak-anak merasa kurang rasa percaya diri dikarenakan susunan gigi yang tidak rapi akibat dari terlambatnya mencabut gigi susu” kata Imam.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas sekaligus Dokter Gigi Spesialis Anak drg. Puji Kurnia, MDSc, Sp.KGA menyampaikan harapan terhadap peningkatan pengetahuan anak-anak dari pemberian edukasi yang telah disampaikan. 

“Kami harapkan siswa-siswi kelas IV SD Adabiah ini semakin meningkat keinginannya untuk datang ke dokter gigi dan meningkat keberaniannya untuk dilakukan tindakan pencabutan gigi susu supaya senyum dari mulut anak-anak kita ini dapat terjaga kerapiannya” kata Puji.

Pemberian edukasi ini dilakukan dalam kegiatan bakti pengabdian oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas pada Kamis, 24 Maret 2022. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FKG Unand yang itu Dr. drg. Nila Kasuma, M. Biomed, disambut antusias dari siswa-siswi kelas IV SD Adabiah, karena menjadi pengalaman pertama bagi mereka. (*)

Berita Terkait

Baca Juga