Edukasi Pertumbuhan Gigi dan Hubungannya dengan Persistensi di Masa Kenormalan Baru Era Pandemi Covid-19

Edukasi Pertumbuhan Gigi dan Hubungannya dengan Persistensi di Masa Kenormalan Baru Era Pandemi Covid19 (istimewa)

Covesia.com - Pembentukan gigi terjadi pada usia minggu ke-5 kehamilan. Namun, waktu pertumbuhan gigi atau erupsi gigi sangat bervariasi, karena kondisi tubuh dan jumlah asupan kalsium saat kehamilan berbeda-beda. 

Saat lahir, normalnya manusia mulai memiliki satu set lengkap 20 gigi geligi yang tersembunyi di dalam gusinya. Gigi tersebut disebut sebagai gigi sulung, gigi susu, gigi primer atau gigi desidui dan masing-masing terdapat 10 buah gigi di setiap rahang. 

Gigi susu mulai erupsi (tumbuh keluar dari gusi) pada usia 6-7 bulan dan umumnya erupsi gigi telah lengkap pada usia 2-3 tahun. Gigi susu yang sudah tumbuh lengkap akan terdiri dari gigi seri, taring dan geraham 

Gigi susu nantinya akan digantikan oleh gigi permanen. Gigi permanen bisa juga disebut sebagai gigi dewasa yang tidak akan digantikan lagi. Gigi permanen berjumlah 32 buah gigi dan masing-masing terdapat 16 buah gigi di setiap rahang. 

Gigi permanen akan mulai erupsi pada anak usia 6 tahun dan erupsi sempurna pada usia 17-21 tahun. Gigi permanen yang sudah tumbuh lengkap akan terdiri dari gigi seri, taring, geraham kecil dan geraham besar.

Pengetahuan mengenai pertumbuhan gigi sangatlah penting. Pengetahuan dan kesadaran mengenai pertumbuhan gigi akan mencegah terjadinya kondisi yang merugikan bagi anak. Salah satunya kondisi yang merugikan anak jika tidak mengetahui pertumbuhan gigi adalah terbentuknya kondisi gigi yang persistensi atau gigi yang bertumpuk. 

Persistensi gigi adalah kondisi di mana gigi permanen sudah terlihat tumbuh sebagian, tetapi gigi susunya masih belum tanggal. Gigi persistensi ini dapat mengakibatkan gigi anak menjadi berantakan atau berjejal sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri anak, mempengaruhi fungsi pengunyahan dan tumbuh kembang anak, serta membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mengoreksinya. 

Oleh karena itu, pentingnya pengetahuan mengenai pertumbuhan gigi serta pemeriksaan gigi anak sejak dini dan secara berkala ke dokter gigi dapat menjadi upaya pencegahan terjadinya persistensi gigi.

Meskipun pertumbuhan gigi bisa bervariasi, tetapi ada beberapa urutan rata-rata erupsi gigi yang normal terjadi pada anak seperti yang dijelaskan Dwitesa Harisona, Indah Amelia dan Nurul Nabila Safikah selaku Dokter Gigi Muda Universitas Andalas. Pemberian edukasi ini dilakukan dalam kegiatan bakti pengabdian oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Kamis, 24 Maret 2022. 

Pemberian edukasi juga didampingi oleh Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas yaitu drg. Aria Fransiska, MDSc, dan drg. Suci Rahmasari, M.Kes yang turut terjun langsung untuk melakukan pemeriksaan gigi siswa-siswi kelas I Nusa SD Adabiah sebanyak 25 anak beserta orang tuanya. 

Salah satu Dokter Gigi Muda Universitas Andalas, Indah Amelia mengatakan, pemberian edukasi ini sangat penting karena masih banyak anak-anak yang tidak mengetahui usia pertumbuhan gigi. “Masih banyak anak-anak yang belum mengetahui kapan gigi permanennya akan tumbuh dan apakah gigi tersebut sudah digantikan atau belum,” kata Indah.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, drg. Suci Rahmasari, M.Kes berharap, dari edukasi yang telah disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua mengenai pertumbuhan gigi dan mencegah terjadinya persistensi gigi pada anak. 

“Kami harapkan siswa-siswi kelas I Nusa SD Adabiah berserta orang tua menjadi lebih memahami dan sadar akan pertumbuhan gigi pada anak sehingga kondisi persistensi gigi bisa dicegah,” tutup Suci. (*)

Berita Terkait

Baca Juga