Bahaya Efek Bernapas Melalui Mulut Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Bahaya Efek Bernapas Melalui Mulut Bagi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak (Istimewa)

Covesia.com - Kebiasaan buruk merupakan sesuatu yang wajar pada anak usia kurang dari enam tahun dan dapat berhenti dengan sendirinya. Salah satu kebiasaan yang kerap terjadi pada anak adalah bernapas melalui mulut. 

Menurut drg. Gita Dwi Jiwanda Sovira, M.Kes, kebiasaan buruk bernapas melalui mulut dapat menyebabkan maloklusi. Maloklusi adalah bentuk hubungan gigi geligi rahang atas dan rahang bawah yang menyimpang dari bentuk standar. 

"Maloklusi dapat disebabkan karena tidak ada keseimbangan hubungan gigi dan wajah (dentofasial). Keseimbangan dentofasial ini tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi beberapa faktor yang memengaruhi," ujarnya. 

Dia menjelaskan, faktor yang memengaruhi adalah keturunan, lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan, etnik, fungsional, dan patologi. 

Dia menilai, edukasi perlu diberikan kepada anak-anak agar kebiasaan buruk ini dapat dihentikan sesegera mungkin. "Anak-anak tentunya lebih senang diberi edukasi secara langsung dengan melibatkan mereka dalam kegiatan," katanya. 


Sementara itu, sebagai praktisi kesehatan sekaligus akademisi, kegiatan pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan tentulah menjadi hal yang sangat diperlukan. "Hal ini tentu saja bermanfaat untuk menambah pengetahuan guna meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut," ujarnya. 

Menurutnya, banyak sekali sumber informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Namun, tentu saja perlu kredibilitas yang jelas, seperti dari mana sumber informasi tersebut dan apakah informasi tersebut bersumber dari pakarnya. 

Saat ini, lanjutnya, banyak sekali informasi yang tersebar di grup media informasi, kemudian disebarkan secara luas, padahal belum tentu kebenarannya. 

"Hal inilah yang memicu para dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat guna memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut," jelasnya. 

Dia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat juga merupakan salah satu kewajiban sebagai pendidik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat tentunya akan lebih bermanfaat jika sasarannya adalah masyarakat yang tepat. 

"Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diberikan pada siswa SD Adabiah Padang. Kepala sekolah dan Yayasan SD Adabiah menyambut dengan baik kegiatan yang dilaksakan pada tanggal 24 Maret 2022. Kegiatan ini juga dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Dr. drg. Nila Kasuma, M. Biomed dan Kepala Sekolah SD Adabiah Padang," pungkasnya. 

Berita Terkait

Baca Juga