Kebiasaan Menghisap Jari Timbulkan Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Kebiasaan Menghisap Jari Timbulkan Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak (Istimewa)

Covesia.com - Usia sekolah dasar merupakan usia pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat krusial. Selain perkembangan otak, perkembangan fisik juga terjadi pada usia sekolah dasar, termasuk perkembangan struktur rongga mulut. 

Menurut drg. Gita Dwi Jiwanda Sovira, M. Kes, banyak hal yang memengaruhi proses perkembangan gigi dan mulut pada anak. Menghisap ibu jari adalah salah satu kebiasaan parafungsional yang dimulai saat usia bayi. 

"Apabila kebiasaan ini berlanjut setelah usia 4-5 tahun, maka akan memberikan dampak buruk terhadap struktur gigi dan mulut dan jari yang dihisap," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, laporan insiden kebiasaan menghisap jari yang terjadi pada masa bayi berada di rentang 13% sampai 100%, dan 61% sampai 90% kejadian pada masa awal anak-anak. 

Kebiasaan parafungsional menghisap jari tersebut, katanya, terbukti menyebabkan kerusakan pada gigi dan mulut seperti hubungan gigi rahang atas dan rahang bawah yang tidak sejajar, gusi terbuka dan perubahan susunan gigi secara patologi.

Menurutnya, edukasi perlu diberikan kepada anak-anak agar kebiasaan buruk ini dapat dihentikan sesegera mungkin. "Anak-anak tentunya lebih senang diberi edukasi secara langsung dengan melibatkan mereka dalam kegiatan," katanya. 


Sementara itu, sebagai praktisi kesehatan sekaligus akademisi, kegiatan pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan tentulah menjadi hal yang sangat diperlukan. "Hal ini tentu saja bermanfaat untuk menambah pengetahuan guna meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut," ujarnya. 

Menurutnya, banyak sekali sumber informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Namun, tentu saja perlu kredibilitas yang jelas, seperti dari mana sumber informasi tersebut dan apakah informasi tersebut bersumber dari pakarnya. 

Saat ini, lanjutnya, banyak sekali informasi yang tersebar di grup media informasi, kemudian disebarkan secara luas, padahal belum tentu kebenarannya. 

"Hal inilah yang memicu para dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat guna memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut," jelasnya. 

Dia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat juga merupakan salah satu kewajiban sebagai pendidik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat tentunya akan lebih bermanfaat jika sasarannya adalah masyarakat yang tepat. 

"Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diberikan pada siswa SD Adabiah Padang. Kepala sekolah dan Yayasan SD Adabiah menyambut dengan baik kegiatan yang dilaksanan pada tanggal 24 Maret 2022. Kegiatan ini juga dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas, Dr. drg. Nila Kasuma, M.Biomed dan Kepala Sekolah SD Adabiah Padang," pungkasnya. 

Berita Terkait

Baca Juga