Manfaatkan Kain Lebih Guntinggan Jahit, Gaun Virus Pacu-Pacu di Pamerkan di Kota Padang

Manfaatkan Kain Lebih Guntinggan Jahit Gaun Virus PacuPacu di Pamerkan di Kota Padang Foto: Lisa Septri Melina/Covesia.com

Covesia.com- Sebuah gaun dengan memanfaatkan bahan dari kain lebih guntingan jahit yang terlahir akibat Covid-19 di Pamerkan di Pameran Pekan Nan Tumpah di Taman Budaya Kota Padang mulai 1 hingga 7 Juli 2022 mendatang.

Gaun yang dihiasi manik-manik tersebut bertemakan Virus Pacu-Pacu karya seorang penjahit, Desri Yulianti, katanya, ide membuat gaun dari kain lebih guntingan jahit muncul karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya pengganguran serta tidak boleh bekerja dari luar rumah.

"Minimnya penghasilkan karena wabah Covid-19 akhirnya muncul ide untuk membuat gaun dari kain yang tidak dipakai lagi, tidak mengeluarkan banyak modal. Percah percahhan kain inilah yang saya olah," tuturnya saat diwawancarai di lokasi pameran, Sabtu, (2/6/2022).

Katanya, perwujudan karya mampu menunjukan kepada pengunjung untuk membuat sebuah karya yang mewah tanpa harus mengeluarkan banyak uang.  "Saya membuktikan kepada masyarakat bahwa tanpa uang juga bisa lo mengahasilkan karya yang bagus," ujarnya.

Lanjut Yulianti, gaun yang bertemakan Virus Pacu-Pacu juga melambangkan virus Covid-19 yang menyebar dengan cepat. "Bulatan manik-manik pada gaun di bagian badan melambangkan virus Covid-19 yang cepat menyebar," sebutnya.

Sambungnya, jangan berputus asa maupun menyerah meski dalam keadaan susah, kita harus tetap berkarya meskipun tidak dengan uang yang banyak.

"Kita harus ada ide kreatif dalam segala keadaan. Semua bahan yang saya digunakan adalah kain lebih guntingan jahit saya sendiri," tuturnya yang sekarang juga menekuni pekerjaan sebagai seorang penjahit.

Tambahnya, letakkan kain lebih guntingan jahit dengan tong sampah dibelakang gaun sebagai simbol untuk membuktikan bahwa ini adalah gaun dari hasil kain yang tidak dimanfaatkan lagi. 

Lanjut dia, jika hanya gaun saja yang ditampilkan semua orang juga bisa, jadi saya membuatnya berbeda dengan menampilkan kain lebih guntinggan itu dibelakang dan juga ditempel berbentuk menyerupa bulatan bola didinding.

"Saya ingin membuktikan bahwa ini adalah karya dari kain yang tidak dimanfaatkan lagi. Ini adalah hasil saya sendiri yang dikerjakan selama satu bulan," ungkapnya.

Ia juga menututurkan rambut yang terbuat dari benang wol pada kepala manekin juga merupakan karyanya sendiri yang dijahitkan langsung pada manekin.

Katanya, sesuai dengan teman gaun Virus Pacu-Pacu, saya berharap karya ini juga menjadi virus baru yang cepat menyebar seperti virus Covid-19. "Saya berharap karya saya juga sebuah virus yang cepat menyebar kepada masyarakat, dan orang percaya diri dengan memakain gaunnya," harapnya.

(lsm)

Berita Terkait

Baca Juga