Campak Kembali Mengganas, Ini Kata Dinkes Sumbar

Campak Kembali Mengganas Ini Kata Dinkes Sumbar Ilustrasi (Foto: Pixabay-istockphoto.com)

Covesia.com - Angka kasus campak di Sumatera Barat (Sumbar) mulai kembali mengganas. Pasalnya sebanyak 514 kasus campak terdata di Kabupaten dan Kota di Sumbar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Barat (Sumbar), Lila Yanwar mengatakan kasus yang terdata hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Sumbar.

"Sudah hampir di seluruh Kabupaten/Kota kasus campak ini. Kasus tertinggi di Kota Padang ada 62 kasus," ungkapnya saat dihubungi via telpon, Kamis (4/8/2022).

Lila menyebut kasus campak mulai kembali naik dari akhir tahun 2021. Ia menjelaskan kenaikan kasus dikarenakan masih banyaknya anak-anak maupun balita yang belum melakukan imunisasi. Sehingga campak ini mudah menyerang sistem imun.

"Campak ini kan memang ada. Kalau imun baik dilawan imun dan tidak bisa berkembang biak, tapi kalau anak yang imunnya lemah, masuk ke tubuh anak dan berkembang biak akan ada penularan. Jadi imunisasi itu emang perlu," jelasnya.

Diakui Lila, tingkat imunisasi Sumbar semenjak covid-19 menurun pesat. Sebab pemerintah melarang masyarakat untuk berkumpul di keramaian sehingga banyak anak yang belum imunisasi.

"Imunisasi yang menurun saat covid-19 juga pemicunya. Sebab kita dilarang untuk berkerumunan, sedangkan imunisasi dilakukan di Posyandu," jelasnya.

Menyikapi hal itu, Dinkes turut melakukan berbagai upaya dalam mengencarkan program imunisasi bagi anak, bayi dan balita. Salah satunya dengan pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional yang digelar hingga akhir bulan ini.

Selain itu, Dinkes ikut melibatkan berbagai pihak dalam promosi imunisasi seperti organisasi masyarakat, anggota PKK, bahkan memberikan imunisasi di sekolah-sekolah.

"Kita juga buka posyandu, menghimbau orang tua untuk membawa anaknya imunisasi. Berbagai upaya sudah dilakukan," imbuhnya.

Lila juga meminta ke masyarakat yang memiliki anak-anak, bayi, dan balita agar segera melakukan imunisasi untuk meningkatkan imunitas dan terhindar dari penyakit.

"Bagi orang tua yang anaknya belum imunisasi agar dibawa ke puskesmas terdekat untuk dilakukan imunisasi agar terhindar dari penyakit," tutupnya.

(adi)


Baca Juga