Kemenkes Sebut Satu Warga Indonesia Terkena Cacar Monyet, Berikut Cara Pencegahannya

Kemenkes Sebut Satu Warga Indonesia Terkena Cacar Monyet Berikut Cara Pencegahannya Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan melalui Juru Bicaranya, dr. Mohammad Syahril memastikan satu warga negara Indonesia terkonfirmasi terkena cacar monyet (Monkeypox). Warga Indonesia tersebut baru pulang dari luar negeri dan mengalami gejala Monkeypox.

Meski penyakit tersebut telah sampai ke Indonesia, dr. Syahril mengimbau masyarakat agar tidak panik. Hal itu dikarenakan daya tular dan fatalitas cacar monyet sangat rendah dibandingkan dengan Covid-19. 

Cacar monyet adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis). Monyet adalah inang utama dari virus tersebut. Kasus yang menular dari monyet ke manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Kongo, Afrika Selatan.

Untuk gejalanya secara umum mirip dengan penyakit cacar (smallpox), seperti demam dan ruam kulit Za melepuh menjadi lenting. Namun, gejala juga diiringi dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak.

Dikutip dari berbagai sumber, ciri dan gejala orang yang terinfeksi virus monkeypox akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah paparan.

Periode ketika virus belum aktif memperbanyak diri di dalam tubuh ini dikenal dengan masa inkubasi. Masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6-13 hari. Namun, bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yakni 5-21 hari.

Namun, selama tidak memunculkan gejala seseorang tetap bisa menularkan virus cacar monyet kepada orang lain. Gejala awal penyakit ini sama dengan cacar air yang disebabkan infeksi virus, yaitu memunculkan gejala mirip penyakit flu.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak tertular antaranya, menghindari kontak langsung dengan tikus, primata, atau hewan liar lainnya yang mungkin terpapar virus (termasuk kontak dengan hewan yang mati di daerah terinfeksi).

Selanjutnya, menghindari kontak dengan benda apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah disinggahi oleh hewan yang sakit.

Kemudian, tidak disarankan makan daging hewan liar yang tidak dimasak dengan baik.

Usahakan menjauhkan diri sebisa mungkin dari pasien yang terinfeksi agar tidak tertular.

Sementara itu, bagi petugas medis, gunakan masker dan sarung tangan saat menangani orang yang sakit.

(*)


Berita Terkait

Baca Juga