BerandaHeadlineProfil Legenda Musik Minang Elly Kasim dan Karya yang Tak Lekang oleh...

Profil Legenda Musik Minang Elly Kasim dan Karya yang Tak Lekang oleh Waktu

- Advertisement -

Covesia.com – Elly Kasim, penyanyi legendaris Minang wafat pada Rabu, (25/8/2021) di usia 76 tahun. Beliau lahir di Tiku, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 27 September 1944. .

Dihimpun Covesia.com dari berbagai sumber, Elly Kasim sempat diasuh oleh sang nenek yang berprofesi sebagai guru di Jakarta.

Saat duduk di sekolah dasar, neneknya pensiun dan memilih pulang ke kampung halaman. Elly pun kembali tinggal dengan ibunya dan ayah tirinya, Ali Umar di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan meneruskan sekolahnya di sana.

Ketika naik kelas III SMP, Elly sekeluarga pindah ke Pekanbaru, karena ayahnya pindah tugas ke sana.

Elly menamatkan SMA-nya pada 1950-an, dan Elly kembali ke Jakarta hingga sekarang. Saat itu, ia tinggal bersama seorang pamannya. Di tempat itulah ia mulai memasuki dunia tarik suara.

Ketika tiba di Jakarta untuk kali kedua itu, lagu Minang berjudul Ayam Den Lapeh yang dianalogikan sebagai kehilangan kekasih, tengah populer dinyanyikan kelompok Orkes Gumarang. Tak hanya di Jakarta, lagu itu pun terdengar di hampir seluruh pelosok Kota Padang setiap hari.

Elly mulai mencoba ikut tes menyanyi di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Waktu itu televisi belum ada, dan untuk bisa bernyanyi di RRI harus mengikuti seleksi layaknya sebuah festival.

Lagu Titik Puspa berjudul Esok Malam Kau Ku Jelang, yang dibawakannya ketika itu, membuatnya berhasil lolos seleksi. Selanjutnya, ia diminta sang paman untuk bergabung bersama teman-temannya dalam kelompok band Minang, Gatario. Di kelompok band itu ia tampil bersama pimpinan orkes Kumbang Tjari, Nuskan Syarif.

Tidak lama bergabung bersama Nuskan Syarif, datang tawaran rekaman. Waktu itu Elly dan teman-temannya membawakan lagu berjudul Lamang Tapai, Mayang Ta’ Urai, Sala-lauak, dan lain-lain.

Sejak kehadiran Orkes Gumarang yang dipimpin Asbon Majid, lagu-lagu daerah Minang mulai digemari masyarakat luas, tidak terkecuali oleh masyarakat di luar Padang. Maka ketika album pertama mereka beredar, masyarakat pun menyambut baik.

Ayam Den Lapeh adalah salah satu tembang milik Elly Kasim yang paling terkenal, bahkan hingga ke kancah internasional. Karena terkenalnya, Elly Kasim bahkan sempat mendengar lagu tersebut diterjemahkan dalam bahasa Vietnam.

Tembang dan karya-karya Elly Kasim yang pernah dibawakan dan direkam berjumlah ratusan, serta tidak sedikit pula yang menjadi hits di Indonesia pada zamannya.

Tahun 2017 lalu, saat Elly menginjak usia ke-73, ia mempersembahkan sebuah konser bertajuk “Menjulang Bintang, 57 Tahun Elly Kasim Berdendang” yang diselenggarakan di Teater Jakarta ,Taman Ismail Marzuki, pada 29 Juli 2017. Dan menghadirkan Titiek Puspa, Be3, Judika dan Rancak Voice. Dengan tim kreatif, Rama Soeprapto sebagai Artistic Director, Tom Ibnur sebagai Koreografer dan Hendri Lamiri sebagai Music Director.

Elly diketahui sempat terkena radang paru-paru yang membuat dirinya kesulitan untuk berbicara. Meski demikian, setelah menjalani pengobatan di Singapura, dokter yang merawatnya langsung memperbolehkan dirinya untuk kembali bernyanyi.

Selain lagu Ayam Den Lapeh, ada beberapa lagu Elly yang juga terkenal, diantaranya, Bareh Solok, Kaparinyo, Si Nona, Lamang tapai, Dayung Palinggam, Kelok Sembilan, Roda Padati, dan Mudiak Arau.

Lagu-lagu Elly telah dimuat dalam puluhan piringan hitam, kaset, maupun VCD selama 45 tahun. Meski lagu-lagu yang dibawakannya adalah lagu daerah, tapi ia mampu menjadi legenda di antara penyanyi-penyanyi kawakan di Tanah Air.

Sampai saat ini, Elly Kasim, sang legenda ini telah merilis kurang lebih 100 album solo. Ia juga tengah sibuk mengurusi wedding organizer khusus adat Minang.

Elly Kasim merupakan istri dari Nazif Basir. Namun, pada Mei 2000, suaminya meninggal dunia dalam usia 86 tahun.

Saat bersama sang suami, Elly mendirikan Sanggar Tari Nasional Bunda atau Sangrina Bunda pada 1978. Lewat sanggar tersebut, Elly dan suami sempat memperkenalkan budaya dan kesenian Indonesia ke 35 negara.

Selain bernyanyi, Elly Kasim juga memperkenalkan budaya Minang lewat acara pernikahan. Ia bahkan membangun sebuah bisnis wedding organizer yang dinamai Elly “Kasim Collection.”

Beberapa anak pejabat Indonesia serta artis bahkan sempat menggunakan jasanya saat menikah dengan adat Minang. Sebut saja pernikahan anak dari Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, resepsi pernikahan Panji Trihatmodjo, Nikita Willy, Karina Nadila, hingga yang terakhir malam bainai Lesti Andryani.

Namun, tepat hari ini, Rabu (25/8/2021) sang legendaris itu telah tutup usia untuk selama-lamanya. Elly meninggal dunia di usianya ke 76 tahun di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta.

Sejumlah grup WhatsApp, facebook, dan media sosial lainnya banyak mengirimkan doa untuk almarhumah Elly Kasim.

Semoga Almarhumah diberi kelapangan di barzahnya, keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan seluruh karya, dedikasi, serta prestasi almarhum selama hidup dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya.

(ila/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -