Tips Menguasai Komunikasi Interpersonal bagi Kamu Pribadi Introvert

Tips Menguasai Komunikasi Interpersonal bagi Kamu Pribadi Introvert Ilustrasi - Sumber: pixabay/geralt

Covesia.com - Dalam interaksi antar sesama manusia, gaya berkomunikasi dapat dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing individu. Kepribadian yang dimaksud ini pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni introvert, extrovert dan ambivert. 

Mendifinisikan ketiga jenis kepribadian tersebut, butuh cakupan yang cukup luas. Secara singkat, introvert dapat didefenisikan sebagai tipe orang yang lebih senang menyendiri dan cenderung pendiam, cederung menyelesaikan berbagai urusan maupun masalah dengan cara seniri, tanpa melibatkan orang lain. 

Sementara, extrovert sebagai kebalikan dari introvert, yakni lebih suka menikmati aktivitas dan menghabiskan waktu bersama orang lain. Jenis kepribadian terakhir merupakan gabungan antara introvert dan ekstovert atau dikenal juga dengan ambivert, yakni tipe yang senang bersosialiasi dan terkadang juga penyendiri tergantung situasi dan keadaan hati para ambivert.

Pada dasarnya, baik introvert, ekstovert maupun ambivert ini memiliki cara masing-masing dalam membangun komunikasi efektif dengan orang lain, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik. Apapun kepribadian kamu, pastikan kamu memiliki cara yang paling tepat untuk berkomunikasi dengan baik. 

Untuk introvert yang sedikit memiliki kesusahan memulai komunikasi interpersonal, kamu bisa mencoba beberapa tips di bawah ini.

Pelajari dan Kenali Diri Kamu

Jika kamu introvert dan ketika berkomunikasi dan berbagai hal lain tidak sesuai keinginan, jangan terlalu dipikirkan sehingga memicu stres dan tekanan buat kamu sendiri. Kemudian, kamu harus coba mengenali diri kamu dengan baik untuk mendapatkan cara terbaik agar dapat berkomunikasi dengan orang lain; bisa dengan menyiapkan diri atau energi sebelum melakukan aktivitas bersama dengan orang lain.

Cobalah untuk Memulai Percakapan 

Kamu dalam situasi sedang bersama orang asing mungkin, dalam satu bus bersama atau sedang mengantre sesuatu atau bahkan kamu sedang dalam lingkungan baru. Dalam kondisi tersebut, cobalah memulai percakapan dengan pembahasan ringan atau sekadar perkenalan singkat. Hal ini dapat menjadi kebiasaan jika sering kamu lakukan dan orang lain pun bisa saja menilai kamu sebagai orang yang ramah. Hal ini dapat menuntun kamu untuk menemukan teman atau relasi baru.

Ciptakan Enggament (komunikasi dua arah) Versi Kamu 

Menciptakan enggament sebenarnya adalah langkah selanjutnya ketika kamu sudah memulai percakapan dengan orang baru. Kunci menciptakan enggament yang efektif adalah kamu harus bisa "menyamakan frekuensi" tapi tidak dengan pertanyaan sensitif. Contoh; “eh dari logat bahasamu sepertinya kamu orang Bali, ya?” 

Ketika ia menjawab "iya", kamu bisa terus mencoba menyamakan frekuensi untuk lebih dekat, "oh ya, aku juga punya keluarga yang tinggal di Bali." 

Komunikasi Secara Singkat, Padat, Jelas

Introvert memiliki ketakutan tersendiri ketika berpendapat atau bahkan sekedar berkomunikasi di depan publik bahkan berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal atau rekan kerja. Hal ini tentu akan sangat merugikan, terutama untuk menjalin hubungan atau mencari relasi untuk mendukung karir. 

Rasa khawatir mereka dapat menghalangi mereka untuk menyampaikan ide mereka. Langkah untuk mengatasi kondisi tersebut, yakni dengan berlatih secara mandiri dan membiasakan berkomunikasi dimulai dengan teman dekat. Bahkan, dalam satu kesempatan, mencoba mengikuti perlombaan juga dapat memunculkan kepercayaan diri memulai menghadapi tantangan. 

Kuasai Materi, Mulai Bangun Komunikasi di mana pun

Berbagai pertemuan atau diskusi di kelas atau pun tempat kerja, sering menjadi tantangan bagi orang dengan kepribadian introvert yang tidak suka keramaian. Namun, hal ini bukan lagi masalah, jika sejak awal introvert sudah mempersiapkan diri dan menguasai materi rapat, diskusi arau sejenisnya, dengan baik. 

Jika materi dan ide sudah di kepala, maka orang dengan kepribadian introvert bisa menghadapi pertemuan dengan penuh percaya diri dan lebih siap untuk komunikasi yang efektif.

Karakter introvert, ekstovert ataupun ambivert bisa kamu sesuaikan dengan kapasitas diri kamu untuk bisa berkomunikasi dengan efektif. Terus berlatih hingga menjadi terbiasa, akan mengembangkan rasa percaya diri akan kemampuan berkomunikasi yang kamu punya. 

Komunikasi yang efektif tentu bukan proses instan. Tetapi, perlu dibangun dengan sabar dan perlahan. Pastikan apa yang kamu maksud dipahami dengan arti yang sama oleh orang lain. 

Selain mengenal diri sendiri, kenali juga karakter orang lain, baik bahasa verbal maupun nonverbal sehingga kamu bisa mendapatkan komunikasi dengan efektif dan lebih baik.

Penulis: Rahmania Zakri (Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)

Editor: Laila Marni

Baca Juga